Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menunjukkan totalitas dalam menjalankan masa reses dengan menemui ratusan warga dari 18 kecamatan di Kabupaten Cirebon dalam satu hari.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memperjuangkan berbagai aspirasi yang disampaikan warga, khususnya kalangan petani.
"Alhamdulillah, setiap reses saya selalu maksimalkan waktu di Cirebon, Kota Cirebon, dan Indramayu. Hari ini saja 6 tempat dari pagi sampai sore. Saya tidak mau berleha-leha. Ibaratnya, saya tidak ingin seperti kacang lupa pada kulitnya. Sebagai anggota DPR RI, saya ingin menangis dan tertawa bersama rakyat," kata Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu, dikutip Kamis (30/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, reses dibagi menjadi enam titik pertemuan sejak pagi hingga sore. Titik pertama digelar di Pangenan untuk warga Gebang, Astanajapura, dan Pangenan. Titik kedua meliputi Pabedilan, Losari, dan Babakan. Titik ketiga diperuntukkan bagi warga Ciledug, Pasaleman, Waled, dan Pabuaran. Selanjutnya titik keempat melayani warga Karangwareng, Karangsembung, dan Lemahabang, titik kelima untuk Sedong dan Susukan Lebak, serta titik terakhir di Mundu, Greged, dan Beber.
Di setiap lokasi, Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University itu tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menyalurkan bantuan beras kepada ratusan warga melalui kemitraan Komisi IV DPR RI bersama Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Diskusi yang dipandu Tenaga Ahli Edi Syamsuri berlangsung hangat. Mayoritas warga yang berprofesi sebagai petani menyampaikan kebutuhan akan alat mesin pertanian (alsintan) modern, perbaikan saluran irigasi yang tersumbat, serta pembangunan jalan usaha tani. Salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan adalah permintaan bantuan combine harvester untuk mendukung proses panen.
Menanggapi aspirasi tersebut, Prof. Rokhmin menyatakan akan terus memperjuangkannya di tingkat pusat.
"Untuk combine memang terbatas. Tapi setiap tahun selalu kita bagi. Bagi yang belum kebagian, tahun depan saya usahakan lagi," imbuhnya.
Prof. Rokhmin menegaskan bahwa selama menjadi anggota DPR RI, dirinya telah menyalurkan berbagai program bagi petani, nelayan, peternak, hingga pembudidaya ikan. Bantuan tersebut meliputi traktor, pompa air, benih, mesin kapal, alat tangkap, hingga cold storage portable sebagai upaya meningkatkan produktivitas masyarakat.
"Saya minta setiap bantuan yang diberikan harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Bantuan cukup sekali, tapi dampaknya harus untuk peningkatan kesejahteraan dan perbaikan ekonomi," pungkas Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) itu.

















































































