Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, mendorong pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) sektor perikanan di Banyuwangi untuk menguasai strategi pemasaran digital agar mampu meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Akses Pemasaran UMK Perikanan yang digelar di Mondoluko Chill, Kecamatan Glagah.
“Di tengah perkembangan teknologi saat ini, pemasaran digital bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Pelaku UMK perikanan harus mampu memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai jual produk, dan memperkuat daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat,” kata Sonny, dikutip Kamis (30/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian tiga Bimtek yang dilaksanakan Sonny bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di wilayah Daerah Pemilihan Jawa Timur III yang meliputi Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. Bimtek diikuti puluhan nelayan, pembudidaya ikan, hingga pelaku UMKM olahan hasil perikanan.
Politisi PDI Perjuangan yang juga putra asli Banyuwangi itu menilai sektor perikanan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat pesisir. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan.
Menurut Sonny, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi nelayan dan pelaku usaha perikanan.
“Sinergi yang baik antara KKP, pemerintah daerah, dan masyarakat akan melahirkan pelaku usaha yang tangguh dan mandiri. Melalui peningkatan kapasitas seperti ini, kita ingin nelayan dan pelaku usaha perikanan tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga sukses memasarkan produknya hingga menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pembina Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Ahli Madya Direktorat Pemasaran PDSPKP KKP RI, Mardiyono S. Alexander E. Luankali, yang mengikuti kegiatan secara virtual. Ia mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pemasaran pelaku usaha perikanan.
“Kami berharap peserta tidak hanya terampil menghasilkan produk perikanan yang berkualitas, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan,” ungkapnya.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perikanan Kabupaten Banyuwangi, Irfan, S.E., M.Si. Menurutnya, pelatihan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pelaku usaha yang dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi dan pemasaran masyarakat.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu sebanyak mungkin dan mengimplementasikannya untuk mengembangkan usaha yang dijalankan,” ucapnya.
Tak sekadar memberikan materi, Bimtek juga menghadirkan praktisi digital marketing Cucuk Rustandi yang membagikan strategi praktis dalam membangun konten pemasaran yang efektif. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan promosi digital berawal dari kemampuan mengenali target pasar, menyusun konsep konten yang tepat, hingga menghadirkan visual dan narasi yang mampu menarik perhatian konsumen.
“Membuat konten bisnis tidak cukup hanya mengunggah foto produk. Harus ada strategi yang jelas, mulai dari menentukan target pasar, menyusun pesan yang tepat, hingga menampilkan visual yang mampu membangun kepercayaan calon pembeli,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta yang berasal dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), serta pelaku UMKM olahan hasil perikanan dari berbagai kecamatan di Banyuwangi aktif berdiskusi dan menggali strategi pemasaran yang dapat diterapkan pada usaha mereka.
Melalui kegiatan ini, Sonny berharap pelaku usaha perikanan Banyuwangi tidak hanya menjadi produsen yang andal, tetapi juga mampu menjadi pelaku bisnis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Dengan penguasaan pemasaran digital, produk-produk perikanan lokal diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah, serta menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir Banyuwangi.

















































































