Ikuti Kami

Rudianto Tjen Ajak Generasi Muda Terus Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno di Tengah Tantangan Global

“Selama bulan Juni setiap tahun kita mengadakan rangkaian peringatan Bulan Bung Karno."

Rudianto Tjen Ajak Generasi Muda Terus Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno di Tengah Tantangan Global
Anggota Komisi l DPR RI Dapil Kepulauan Bangka Belitung sekaligus tokoh PDI Perjuangan, Rudianto Tjen (tengah).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi l DPR RI Dapil Kepulauan Bangka Belitung sekaligus tokoh PDI Perjuangan, Rudianto Tjen, mengajak generasi muda untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta meneladani semangat perjuangan Bung Karno di tengah berbagai tantangan global. 

Pesan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Mahasiswa se-Bangka Belitung yang digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (13/6/2026).

“Selama bulan Juni setiap tahun kita mengadakan rangkaian peringatan Bulan Bung Karno. Kita mengingat kembali jasa-jasa para pahlawan kemerdekaan agar masyarakat, mahasiswa, dan kader partai memahami semangat perjuangan memerdekakan Republik Indonesia,” kata Rudianto.

Seminar yang mengangkat tema “Menyalakan Kembali Api Perjuangan Bung Karno: Kedaulatan Bangsa, Keberanian Berpikir, dan Peran Mahasiswa di Era Global” tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bangka Belitung. Hadir pula Anggota DPR RI Adian Napitupulu serta budayawan Bangka Belitung Dato’ Akhmad Elvian.

Dalam kesempatan itu, Rudianto menegaskan bahwa peringatan Bulan Bung Karno tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial untuk mengenang jasa para pendiri bangsa. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi sarana untuk menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan semangat pengabdian kepada rakyat.

Ia mengatakan, semangat perjuangan yang diwariskan Bung Karno harus diwujudkan melalui upaya nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan, memberantas kebodohan, serta memperkuat budaya gotong royong sebagai karakter bangsa Indonesia.

Menurut Rudianto, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi bangsa saat ini adalah persoalan kemiskinan yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh kader PDI Perjuangan untuk aktif turun ke lapangan dan memahami kondisi riil yang dihadapi rakyat.

“Lawan kita sekarang adalah kemiskinan. Tugas kader-kader kita adalah mendata kondisi rakyat di daerah masing-masing. Masih adakah warga miskin, berapa banyak yang belum mendapatkan BPJS, yang belum terdata sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH), dan sebagainya,” jelasnya.

Ia menuturkan, data yang dihimpun dari masyarakat tersebut akan menjadi dasar perjuangan kader partai yang berada di lembaga legislatif maupun eksekutif dalam memperjuangkan berbagai program yang dibutuhkan rakyat.

Selain itu, Rudianto juga menaruh perhatian terhadap kelompok masyarakat rentan, termasuk para janda dan warga yang belum memiliki sumber penghasilan tetap. Menurutnya, mereka perlu mendapatkan pendampingan agar dapat mengakses berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan yang disediakan pemerintah.

“Itu tugas utama kita sekarang, membantu mengatasi masalah rakyat di tengah kondisi yang sedang kita hadapi. Saat ini kita katakan kondisinya memang tidak baik-baik saja,” katanya.

Dalam seminar tersebut, Rudianto juga mengajak para mahasiswa untuk aktif mengkaji berbagai persoalan bangsa secara objektif. Ia menekankan pentingnya penggunaan data dan informasi yang valid dalam setiap diskusi maupun kritik terhadap kebijakan publik.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu memberikan masukan konstruktif bagi pembangunan bangsa. Oleh karena itu, ia mendorong para peserta seminar untuk memanfaatkan berbagai sumber informasi yang terbuka guna memperkaya wawasan dan pemahaman terhadap kondisi nasional.

“Mahasiswa dipersilakan mencari datanya di internet supaya tidak ada yang mengatakan itu hoaks atau tidak benar. Semua data terbuka dan bisa dikaji bersama,” ujarnya.

Rudianto mengakui bahwa bangsa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun pembangunan. Namun demikian, ia mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tidak terjebak dalam sikap saling menyalahkan yang justru dapat memperkeruh keadaan.

“Kita jangan memprovokasi. Yang harus kita lakukan adalah membantu mencarikan solusi bagaimana menyelesaikan persoalan yang ada. Kita cari solusi, bukan mencari kesalahan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa berbagai aspirasi, kritik, dan masukan yang disampaikan mahasiswa dalam forum tersebut akan menjadi bahan penting untuk diperjuangkan di tingkat yang lebih tinggi. Menurutnya, suara generasi muda perlu didengar karena mereka merupakan bagian penting dalam menentukan arah masa depan bangsa.

“Saya akan membawa berbagai masukan itu sampai ke Jakarta untuk didiskusikan. Tujuannya adalah mencari solusi bagi persoalan rakyat yang saat ini memang sedang tidak baik-baik saja,” tutupnya.

Melalui kegiatan tersebut, Rudianto berharap semangat perjuangan Bung Karno dapat terus hidup di kalangan generasi muda. Ia juga menekankan bahwa menjaga keutuhan NKRI, memperjuangkan kesejahteraan rakyat, dan mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa merupakan tanggung jawab ⁵ť yang harus terus dijalankan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

Quote