Ikuti Kami

Operasi Katarak Gratis 26-30 Oktober 2026, Rudianto Tjen Ajak Kader PDI Perjuangan Bergerak Aktif Hingga ke Desa

Biasanya peserta dari Pulau Bangka saja mencapai 600 sampai 700 orang. Kalau ditambah Belitung bisa sekitar 800 orang.

Operasi Katarak Gratis 26-30 Oktober 2026, Rudianto Tjen Ajak Kader PDI Perjuangan Bergerak Aktif Hingga ke Desa
Anggota Komisi l DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Rudianto Tjen.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi l DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ir. Rudianto Tjen, mengajak seluruh kader PDI Perjuangan di Bangka Belitung bergerak aktif hingga ke tingkat desa untuk mendata warga yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak menjelang pelaksanaan program operasi katarak gratis pada 26–30 Oktober 2026. 

Menurutnya, keterlibatan kader sangat penting agar masyarakat yang membutuhkan tidak kehilangan kesempatan memperoleh layanan operasi tanpa biaya.

"Biasanya peserta dari Pulau Bangka saja mencapai 600 sampai 700 orang. Kalau ditambah Belitung bisa sekitar 800 orang," kata Rudianto, dikutip Senin (13/7/2026).

Program operasi katarak gratis dijadwalkan berlangsung selama lima hari di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang. Kegiatan sosial tersebut merupakan agenda rutin yang dijalankan PDI Perjuangan melalui Yayasan Rudi Center bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) serta tim dokter spesialis mata dari Rumah Sakit Cicendo Bandung.

Rudianto mengungkapkan sosialisasi program sebenarnya telah dimulai sejak April 2026. Namun hingga pertengahan Juli, jumlah masyarakat yang mendaftar baru sekitar 200 orang, masih jauh dari target yang diharapkan.

"Mudah-mudahan ini pertanda masyarakat kita banyak yang sudah sehat. Namun kemungkinan besar warga baru akan mendaftar menjelang pelaksanaan karena jadwalnya masih lama. Bulan September nanti kami akan lakukan sosialisasi lebih masif," ujarnya.

Ia menilai sosialisasi perlu diperluas hingga ke tingkat desa agar informasi mengenai layanan operasi katarak gratis dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Karena itu, seluruh struktur PDI Perjuangan, terutama pengurus hingga tingkat ranting, diminta lebih aktif turun langsung mendata warga yang membutuhkan.

"Di setiap desa ada sembilan pengurus. Mari kita cari warga yang mengalami gangguan penglihatan dan bantu mereka mendaftar," ucapnya.

Rudianto menegaskan keberhasilan program kemanusiaan tersebut sangat bergantung pada keterlibatan kader di lapangan agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat terlayani. 

Ia juga berharap media massa ikut membantu menyebarluaskan informasi mengenai pelaksanaan operasi katarak gratis kepada masyarakat Bangka Belitung.

Menurutnya, seluruh pembiayaan program berasal dari semangat gotong royong keluarga besar PDI Perjuangan melalui iuran sukarela kader, anggota legislatif, hingga kepala daerah dari PDI Perjuangan yang bersama-sama mendukung kegiatan sosial tersebut.

"Kami lakukan ini semata-mata ingin membantu masyarakat yang kesulitan biaya pengobatan. Siapa pun warga Bangka Belitung yang membutuhkan, silakan menghubungi kader PDI Perjuangan terdekat, kantor DPC, atau Rudi Center untuk melakukan pendaftaran," ujar Rudianto.

Ia berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan program operasi katarak gratis tersebut sehingga dapat kembali memperoleh kualitas penglihatan yang lebih baik tanpa terbebani biaya pengobatan.

Quote