Jakarta, Gesuri.id - Founder Yayasan Rudi Center sekaligus Anggota Komisi I DPR RI Dapil Bangka Belitung, Ir. Rudianto Tjen, mengajak masyarakat yang membutuhkan penanganan katarak untuk memanfaatkan layanan operasi katarak gratis yang digelar Yayasan Rudi Center bersama PDI Perjuangan Bangka Belitung. Bakti sosial kesehatan tersebut akan berlangsung pada 26–30 Oktober 2026 di RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang.
“Pesertanya tidak kami batasi. Siapa saja masyarakat yang membutuhkan dan mengalami katarak, silakan mendaftar. Semuanya gratis. Nanti setelah mendaftar, peserta akan mengikuti screening terlebih dahulu untuk melihat kondisi mata dan menentukan tindakan sesuai pemeriksaan dokter,” ujar Rudianto Tjen, Rabu (9/9/2026).
Rudianto mengatakan, keterbukaan pendaftaran tersebut dilakukan agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk mendapatkan penanganan katarak tanpa terbebani biaya.
Bakti sosial kesehatan ini melibatkan dokter ahli mata dari RS Cicendo Bandung. Sebelum menjalani operasi, calon peserta akan mengikuti screening pada awal Oktober 2026 sebagai tahap pemeriksaan awal untuk mengetahui kondisi mata sekaligus memastikan kesiapan peserta berdasarkan pertimbangan medis.
Dalam proses screening, calon peserta akan menjalani pemeriksaan mata oleh tenaga medis. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan kondisi mata, kesiapan pasien, serta tindakan medis yang diperlukan sebelum operasi.
Pendaftaran operasi katarak gratis tersebut masih dibuka bagi masyarakat Bangka Belitung. Calon peserta dapat mendaftarkan diri melalui kantor DPC PDI Perjuangan di masing-masing wilayah dengan membawa KTP untuk proses pendaftaran.
Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran juga dapat diperoleh dengan menghubungi nomor 0812-1260-6269.
Setelah mengikuti screening dan dinyatakan memenuhi kriteria medis, peserta akan menjalani rangkaian operasi yang dijadwalkan pada 26–30 Oktober 2026 di RSUD Depati Hamzah. Pelaksanaan tindakan medis akan dilakukan oleh tenaga kesehatan sesuai prosedur yang berlaku.
Rudianto berharap kegiatan bakti sosial tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya mereka yang selama ini mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.
“Harapan kami tentu sederhana, semoga masyarakat yang mengikuti kegiatan ini bisa mendapatkan penglihatan yang lebih baik dan terbebas dari gangguan katarak, sehingga dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman,” tutup Rudianto.

















































































