Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI sekaligus Founder Rudi Center, Rudianto Tjen, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat mengikuti program Operasi Katarak Gratis menjadi bukti kebutuhan layanan kesehatan mata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih sangat besar.
Program yang digelar Yayasan Rudi Center bersama PDI Perjuangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu masih membuka pendaftaran dan akan berlangsung pada 26–30 Oktober 2026 di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.
“Animo masyarakat sangat tinggi. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujarnya, dikutip Sabtu (11/7/2026).
Hingga saat ini, sebanyak 154 warga telah mendaftarkan diri sebagai peserta. Seluruh peserta akan mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan atau skrining sebelum menjalani tindakan operasi guna memastikan kondisi kesehatan mereka memenuhi syarat sehingga proses operasi dapat berjalan dengan aman.
“Skrining adalah tahapan penting. Kami ingin memastikan setiap peserta mendapatkan tindakan yang aman sesuai dengan kondisi kesehatannya,” kata Rudianto Tjen.
Ia menegaskan, seluruh peserta tidak akan dipungut biaya selama mengikuti program tersebut. Mulai dari proses pemeriksaan kesehatan, tindakan operasi hingga kebutuhan akomodasi selama mengikuti rangkaian kegiatan telah disiapkan secara gratis agar masyarakat dapat fokus menjalani pengobatan.
“Kami ingin masyarakat datang tanpa rasa khawatir. Seluruh layanan dan akomodasi peserta kami siapkan secara gratis,” ungkapnya.
Rudianto Tjen menjelaskan, operasi katarak gratis akan ditangani langsung oleh dokter-dokter spesialis mata dari RS Mata Cicendo Bandung yang merupakan rumah sakit rujukan nasional di bidang kesehatan mata. Kehadiran tim medis tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta.
“Kami menghadirkan dokter spesialis mata dari RS Mata Cicendo Bandung agar masyarakat memperoleh pelayanan dengan standar yang terbaik,” jelas Rudianto Tjen.
Melalui kegiatan sosial di bidang kesehatan ini, Rudianto Tjen berharap semakin banyak masyarakat Bangka Belitung yang kembali memperoleh penglihatan yang lebih baik sehingga dapat menjalani aktivitas secara produktif dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Semoga program ini menjadi ikhtiar bersama untuk menghadirkan senyum dan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini mengalami gangguan penglihatan akibat katarak,” tutupnya.

















































































