Ikuti Kami

Dhea Sartika: Bulan Bung Karno Harus Hadirkan Manfaat yang Dapat Dirasakan Langsung Masyarakat

"Kami mengisinya dengan doa bersama, santunan kepada anak yatim, dan berbagi sembako kepada warga yang membutuhkan "

Dhea Sartika: Bulan Bung Karno Harus Hadirkan Manfaat yang Dapat Dirasakan Langsung Masyarakat
Peringatan Bulan Bung Karno 2026 bersama komunitas petani di Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Sabtu (4/7/2026).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Banyuwangi Fraksi PDI Perjuangan, Dhea Sartika, menegaskan Bulan Bung Karno harus menjadi momentum untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 

Hal itu disampaikannya saat menggelar peringatan Bulan Bung Karno 2026 bersama komunitas petani di Desa Sambimulyo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Sabtu (4/7/2026).

“Kami ingin Bulan Bung Karno tidak hanya dikenang, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena itu kami mengisinya dengan doa bersama, santunan kepada anak yatim, dan berbagi sembako kepada warga yang membutuhkan dan melalui acara semacam ini semangat gotong royong diharapkan terus hidup di tengah masyarakat,” ujar Dhea panggilan akrabnya.

Kegiatan diawali dengan doa bersama untuk Bung Karno melalui pembacaan Surat Yasin dan Tahlil yang diikuti tokoh agama, komunitas petani, serta warga setempat di area pematang sawah. Setelah itu, Dhea membagikan sekitar seratus alat pertanian berupa cangkul kepada para petani.

Menurut Dhea yang juga merupakan anggota Komisi III DPRD Banyuwangi, Gerakan Bulan Bung Karno 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang jasa dan pemikiran Bung Karno, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan nilai-nilai perjuangannya melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pembagian alat pertanian tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang dilandasi semangat gotong royong.

Ia menambahkan bahwa bagi para petani, cangkul bukan sekadar alat untuk mengolah lahan, tetapi juga memiliki makna yang lebih mendalam sebagai simbol perjuangan dan kemandirian.

“Di pundak petani, cangkul sering kali merepresentasikan kemandirian ekonomi, kesetiaan pada profesi, dan kepasrahan dalam menghadapi tantangan alam,“ ucapnya.

Dhea juga mengingatkan bahwa Bulan Bung Karno diperingati setiap Juni karena bertepatan dengan tiga momentum penting dalam sejarah bangsa, yakni lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945, kelahiran Bung Karno pada 6 Juni 1901, serta wafatnya Bung Karno pada 21 Juni 1970.

Menurutnya, ketiga peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus merawat ingatan sejarah sekaligus menghidupkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi sesama.

Quote