Jakarta, Gesuri.id - Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Luwu Timur, Andi Ahmad, mendorong Pemerintah Kabupaten Luwu Timur segera mempercepat diversifikasi ekonomi agar tidak terus bergantung pada sektor pertambangan. Menurutnya, pengembangan UMKM, pertanian, dan pariwisata perlu menjadi fokus untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah dalam jangka panjang.
“Kondisi ini membuat ekonomi daerah sangat rentan terhadap perubahan harga komoditas dunia maupun kebijakan pemerintah pusat, seperti pembatasan RKAB,” ujarnya saat membacakan pandangan umum Fraksi PDI Perjuangan terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Luwu Timur, Jumat (3/7/2026).
Andi menjelaskan, ketergantungan terhadap sektor pertambangan saat ini perlu menjadi perhatian serius karena sektor tersebut masih menyumbang sekitar 70 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Luwu Timur. Kondisi tersebut dinilai membuat perekonomian daerah rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global maupun perubahan kebijakan pemerintah pusat.
Karena itu, Fraksi PDI Perjuangan menilai sudah saatnya pemerintah daerah mengoptimalkan potensi sektor-sektor lain yang selama ini belum dikembangkan secara maksimal.
Fraksi PDI Perjuangan melihat peluang besar bagi Kabupaten Luwu Timur untuk membangun struktur ekonomi yang lebih seimbang melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan sektor pertanian, serta menjadikan potensi pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Selain itu, fraksi juga meminta agar belanja modal lebih diarahkan pada program-program produktif yang mampu mendorong pertumbuhan sektor riil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi dengan dunia usaha juga perlu diperkuat agar investasi swasta tidak hanya terkonsentrasi di sektor pertambangan, tetapi mulai bergerak ke sektor non-tambang,” kata Andi.
Meski memberikan sejumlah catatan, Fraksi PDI Perjuangan tetap mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menjaga stabilitas fiskal. Menurut fraksi, struktur anggaran yang sehat, nilai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) yang positif, serta pertumbuhan ekonomi menunjukkan pengelolaan keuangan daerah berjalan cukup baik.
Melalui pandangan akhirnya, Fraksi PDI Perjuangan meminta pemerintah daerah mulai menggeser orientasi pembangunan dari ekonomi berbasis pertambangan menuju ekonomi yang lebih beragam. Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak mudah terguncang oleh dinamika pasar komoditas global dan manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

















































































