Surabaya, Gesuri.id - Senja mulai turun di kawasan Jalan Semarang, Bubutan, Surabaya, Minggu (8/3/2026). Lalu lintas masih padat ketika waktu berbuka puasa semakin dekat.
Di tepi jalan, beberapa orang tampak berdiri sambil membawa kantong-kantong berisi makanan ringan dan minuman. Sesekali mereka melambaikan tangan kepada pengendara yang melintas, lalu menyodorkan paket takjil dengan senyum hangat.
Begitulah suasana yang terlihat saat Tim BELDEX Pioneer menggelar aksi sosial berbagi takjil kepada masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.
Pembina BELDEX Pioneer yang juga Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Tri Didik Adiono, yang akrab disapa Didik Beldex, mengatakan kegiatan berbagi ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang rutin dilakukan komunitasnya setiap Ramadan.
“Ramadan selalu menjadi momen terbaik untuk berbagi. Kami ingin membantu masyarakat yang masih berada di jalan agar tetap bisa berbuka puasa tepat waktu,” ujarnya.
Sekitar 250 paket takjil dibagikan kepada para pengendara motor, pekerja, dan warga sekitar yang melintas di kawasan tersebut.
Sebagian penerima tampak langsung menyimpan paket itu di bagasi motor, sementara yang lain mengucapkan terima kasih sebelum melanjutkan perjalanan.
Bagi mereka yang belum sempat sampai rumah, takjil sederhana itu menjadi penyelamat kecil di tengah perjalanan.
Lebih lanjut, menurut Didik, aksi berbagi tersebut bukan hanya tentang membagikan makanan berbuka, tetapi juga tentang menumbuhkan rasa kebersamaan dan kepedulian di tengah kehidupan kota yang serba cepat.
Semangat yang sama juga disampaikan oleh Totok RW, Ketua Koordinator Lapangan kegiatan.
Ia mengatakan para anggota komunitas secara sukarela turun langsung ke jalan untuk memastikan paket takjil sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kegiatan ini sederhana, tapi kami berharap bisa memberi manfaat dan menambah keberkahan bagi semua,” kata Totok.
Pembagian takjil berlangsung hingga menjelang azan magrib. Para relawan membagikan paket demi paket dengan tertib sambil tetap memperhatikan arus lalu lintas.
Di tengah hiruk pikuk kendaraan yang berlalu-lalang, aksi kecil itu menghadirkan kehangatan tersendiri.
Di jalanan kota yang tak pernah benar-benar sepi, Ramadan kembali menemukan caranya untuk menghadirkan kebaikan—melalui senyum, sapaan singkat, dan sebungkus takjil yang dibagikan dengan tulus.

















































































