Banjarmasin, Gesuri.id — Pengurus Provinsi Indonesia Esports Association (IESPA) Kalimantan Selatan (Kalsel) menitipkan sejumlah harapan besar kepada kepengurusan IESPA nasional periode 2026–2031 yang baru saja terpilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) 2026 di Jakarta, Sabtu (6/6).
Bagi IESPA Kalsel, Munas yang berlangsung pada 5–6 Juni 2026 tersebut wajib menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah demi membangun ekosistem esports yang inklusif, profesional, dan berkelanjutan.
Ketua Umum IESPA Kalsel, M. Syaifuddin, menegaskan bahwa daerah memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pencarian bakat. Oleh karena itu, dukungan dan koordinasi yang kuat dari pengurus pusat menjadi kunci utama agar pembinaan di daerah tidak berjalan di tempat.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
“Kami mendukung penuh kepengurusan IESPA nasional yang baru. Harapan kami, daerah tidak berjalan sendiri. Dengan kolaborasi yang kuat, pengembangan esports dapat berlangsung lebih merata hingga ke pelosok,” ujar pria yang akrab disapa Bang Dhin tersebut.
Untuk mewujudkan ekosistem yang ideal, Bang Dhin merinci lima poin krusial yang diharapkan dapat diakomodasi oleh kepengurusan IESPA pusat yang baru:
1. Penguatan Koordinasi: Membangun komunikasi antara pengurus pusat dan daerah melalui mekanisme yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
2. Kompetisi Berjenjang: Meningkatkan dukungan terhadap pembinaan atlet daerah lewat sistem kompetisi yang jelas, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga nasional.
3. Tata Kelola Organisasi: Memberikan pendampingan dalam penyusunan program kerja serta penguatan kepengurusan di tingkat daerah.
4. Kemitraan Strategis: Membantu daerah dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah (pemda) dan sektor swasta guna menyokong pendanaan serta fasilitas.
5. Perlindungan Atlet: Mendorong sistem perlindungan hukum dan penghargaan yang lebih baik, termasuk hak mendapatkan kesempatan setara dalam seleksi tim nasional (timnas).
Bang Dhin menilai esports saat ini telah bertransformasi dari sekadar permainan digital menjadi ruang prestasi dan pendorong ekonomi kreatif berbasis digital bagi generasi muda.
Baca: Ganjar Pranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP
“Di dalamnya ada ruang untuk kreativitas dan masa depan generasi muda. Kami ingin talenta-talenta esports dari Bumi Lambung Mangkurat memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Langkah IESPA Kalsel sendiri terbilang mantap. Sebelumnya pada Maret 2026, mereka sukses menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) pertama yang kembali menetapkan M. Syaifuddin secara aklamasi sebagai Ketua Umum untuk periode 2026–2031.
Lewat nakhoda baru dan sinergi segar dari pusat, IESPA Kalsel optimistis pembinaan esports di Banua akan melesat lebih cepat dan mencetak atlet-atlet kelas dunia.

















































































