Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, I Nyoman Adi Wiryatama, menggelar pelatihan pengolahan sampah berbasis bio mikroba di Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
"Melalui teknologi bio mikroba, sampah tidak lagi menjadi masalah, tetapi dapat diolah menjadi sumber daya yang bernilai bagi pertanian dan lingkungan," ujar senior banteng asal Tabanan yang sempat menjabat Ketua DPRD Bali dan Bupati Tabanan dua periode itu.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber Mangontang Simanjuntak dan diikuti sekitar 130 peserta. Turut hadir Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak serta Ibu Sadar Restu Wati dari DPP PDI Perjuangan Bidang Pertanian.
Adi Wiryatama mengatakan, peserta pelatihan terdiri dari anggota subak, kelian subak, serta para pekaseh dari Kabupaten Tabanan dan Jembrana sebanyak 100 orang. Selain itu, kegiatan juga diikuti 30 orang dari kelompok tani perempuan Kabupaten Bangli.
Menurut Adi, persoalan sampah harus diselesaikan sejak dari sumbernya. Salah satu solusi yang diperkenalkan dalam pelatihan tersebut adalah pemanfaatan bio mikroba untuk mengurai sampah organik sehingga tidak menimbulkan bau busuk dan mampu mengurangi keberadaan lalat.
Selain itu, hasil pengolahan sampah organik dengan bio mikroba dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi sektor pertanian. Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat.
Ia menegaskan, pelatihan tersebut tidak berhenti pada satu kali kegiatan. Program akan terus dilanjutkan melalui pendampingan kepada para peserta hingga diperoleh hasil yang optimal, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di masing-masing daerah.
Adi berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Upaya tersebut sekaligus diharapkan mampu mendorong penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan pupuk organik dari hasil pengolahan sampah.

















































































