Ikuti Kami

Adisatrya Suryo: Harga BBM Nonsubsidi dan LPG Naik Tanpa Proses Sosialisasi yang Matang

Adisatrya: Tentu yang kami sayangkan, ini kenaikannya juga secara tiba-tiba lah gitu ya...

Adisatrya Suryo: Harga BBM Nonsubsidi dan LPG Naik Tanpa Proses Sosialisasi yang Matang
Ilustrasi. SPBU.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil  Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto menyoroti kenaikan harga BBM nonsubsidi dan LPG. Adisatrya mengritik langkah pemerintah yang menaikkan harga tersebut secara mendadak tanpa melalui proses sosialisasi yang matang kepada pelaku usaha.

"Tentu yang kami sayangkan, ini kenaikannya juga secara tiba-tiba lah gitu ya. Seharusnya kan ada apa namanya, sosialisasi terlebih dahulu. Beberapa waktu ke depan akan ada rencana untuk menaikkan. Jadi paling tidak pengusaha itu bisa ada persiapan lah," ujar Adisatrya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (22/4/2026).

Menurutnya, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi pihak yang paling rentan terdampak. Adisatrya menilai kenaikan harga-harga tersebut merupakan beban berat yang dapat mengancam stabilitas operasional dunia usaha di level menengah ke bawah.

"Mudah-mudahan tidak ada PHK, pengurangan pekerja. Karena dengan meningkatnya biaya produksi, biaya jualan tentunya akan menggerus keuntungan dari para pengusaha. Ya mudah-mudahan dampaknya terutama dari soal PHK tadi tidak akan signifikan, ini yang kami harapkan," imbuhnya.

Meski harga komoditas nonsubsidi terus merangkak naik, Adisatrya menekankan pentingnya menjaga harga energi subsidi agar tetap stabil. Ia berharap pemerintah konsisten dengan janjinya untuk tidak menambah beban rakyat kecil di sektor subsidi.

"Kami belum mendengar pemerintah punya rencana untuk menaikkan subsidi, BBM subsidi. Jadi sejauh ini kan komitmen pemerintah berulang kali sudah disampaikan, tidak akan menaikkan BBM yang subsidi. Jadi ya mudah-mudahan tidak akan naikkan," tegas Adisatrya.

Per 18 April 2026, Pertamina Patra Niaga menerapkan kenaikan harga BBM nonsubsidi untuk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Adapun rincian perubahan harga, yakni Pertamax Turbo dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.

Untuk saat ini, harga BBM Pertamax (RON 92) masih dipertahankan di Rp12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900 per liter. Pertamina juga masih mempertahankan harga BBM subsidi jenis Pertalite yang sebesar Rp10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp6.800 per liter. Sementara itu, harga LPG nonsubsidi 12 kg naik sekitar 18,75% dari Rp192.000 menjadi Rp228.000 per tabung, sementara Bright Gas 5,5 kg kini berkisar Rp107.000, menyesuaikan harga pasar.

Quote