Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPRD Provinsi Banten, Yeremia Mendrofa, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tidak berpuas diri dengan capaian Angka Melek Huruf (AMH) generasi muda yang menyentuh 99,95 persen.
Menurut Yeremia, meski indikator makro tersebut patut diapresiasi, capaian itu tidak boleh mengaburkan berbagai persoalan fundamental pendidikan yang masih membayangi Tanah Jawara.
“AMH yang hampir sempurna tidak boleh menjadi alasan untuk berpuas diri, apalagi dijadikan bahan glorifikasi berlebihan,” ujar Yeremia, Minggu (31/5).
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Komitmennya Untuk Berantas KKN
Politisi ini menilai, tantangan dunia pendidikan di Banten saat ini telah bergeser. Fokus utama bukan lagi sekadar memberantas buta aksara, melainkan meningkatkan kualitas literasi, numerasi, penguasaan teknologi digital, hingga daya saing lulusan di dunia kerja.
Sebagai contoh, Yeremia menyoroti masih rendahnya pemanfaatan perangkat teknologi di kalangan siswa. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2025, kepemilikan atau penggunaan laptop dan komputer di kalangan pelajar Banten baru berkisar di angka 20 persen.
“Fokus kebijakan ke depan harus bergeser dari perayaan capaian statistik menuju peningkatan mutu pendidikan yang lebih substantif,” tegasnya.
Ia menambahkan, tingginya angka melek huruf seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pemprov Banten diingatkan untuk tetap peka terhadap realitas di lapangan, seperti angka putus sekolah, kesenjangan akses pendidikan, serta rendahnya literasi digital.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
“Jangan sampai kita memiliki angka statistik yang membanggakan, tetapi di sisi lain masih menghadapi persoalan putus sekolah, kesenjangan akses, dan tingginya angka pengangguran terbuka dari lulusan sekolah,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Komisi V mendorong Pemprov Banten menjadikan capaian AMH ini sebagai batu loncatan untuk mereformasi kualitas pendidikan secara menyeluruh.
“Ukuran keberhasilan pendidikan ke depan harus lebih menitikberatkan pada kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis, berinovasi, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Yeremia.

















































































