Ikuti Kami

Bangun Kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 & 11, Rano Karno Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif

Pelaksanaan groundbreaking dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno.

Bangun Kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 & 11, Rano Karno Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

​Jakarta, Gesuri.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai pembangunan kembali SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 dan SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 11, Selasa (29/9). 

Pelaksanaan groundbreaking dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno.

​Wagub Rano Karno menegaskan bahwa pembangunan ulang fasilitas pendidikan ini bukan sekadar urusan fisik gedung, melainkan komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup dan memangkas ketimpangan sosial warga Jakarta.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​“Bagi saya dan Pak Gubernur, capaian ekonomi bukan sekadar angka. Yang paling penting adalah memastikan setiap anak Jakarta, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun tempat tinggal, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Rano Karno.

​Rano merujuk pada data semester I/2026 yang mencatat rasio Gini Jakarta sebesar 0,435 serta penurunan jumlah penduduk miskin menjadi 432,65 ribu jiwa (3,96 persen). Menurutnya, perluasan akses pendidikan bermutu adalah kunci utama untuk mempertahankan tren positif tersebut.
​
​Kedua sekolah tersebut nantinya disatukan dalam satu gedung modern berlantai empat di atas lahan seluas 5.235 meter persegi. Fasilitas ini akan menampung 24 ruang kelas yang melayani 270 siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 152 siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 11. Gedung juga dirancang inklusif dan ramah disabilitas dengan penyediaan toilet khusus serta lift.

​Mengingat lokasi tapak proyek yang berada di pemukiman padat, Rano Karno memberikan catatan khusus kepada kontraktor pelaksana terkait mobilisasi material dan instalasi tiang pancang.

​“Melihat teritori lokasi ini, tingkat kesulitannya cukup tinggi. Pada waktu loading barang, ketepatan waktu harus menjadi pegangan utama. Pihak pelaksana harus ekstra hati-hati karena akses masuknya cukup kecil,” tegas Rano.

​Proyek bernilai lebih dari Rp50 miliar ini didanai melalui skema pemenuhan kewajiban kontribusi kompensasi pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB) oleh PT Wisma Nusantara International. Pembangunan ditargetkan rampung pada Agustus 2027.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Rano mengapresiasi sinergi lintas sektor yang memungkinkan pemulihan sarana pendidikan rusak berjalan cepat.

"Pembangunan kedua gedung ini adalah upaya Pemprov DKI untuk memastikan anak-anak Jakarta mendapat tempat belajar yang aman dan layak. Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, DPRD, dan perangkat daerah menjadi kunci mewujudkannya," tuturnya.

​Selama proses konstruksi berlangsung sekitar satu tahun, kegiatan belajar mengajar (KBM) peserta didik dipindahkan sementara. Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 direlokasi ke SDN Pondok Pinang 05, sedangkan siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 11 menumpang di SDN Kebayoran Lama Utara 03.

Quote