Ikuti Kami

Banyu Biru Djarot Tegaskan Wong Cilik Harus Masuk ke Pusat Produksi

Putra budayawan dan tokoh nasionalis Eros Djarot ini menilai bahwa vokasi bukan hanya urusan teknis pendidikan.

Banyu Biru Djarot Tegaskan Wong Cilik Harus Masuk ke Pusat Produksi
Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot, menegaskan bahwa wong cilik harus masuk ke pusat produksi dan tidak boleh hanya jadi penonton dalam arus industrialisasi nasional.

Menurutnya, pendidikan vokasi yang terhubung langsung dengan kawasan industri adalah pintu utama untuk memastikan rakyat kecil mendapatkan keterampilan yang relevan, pekerjaan yang layak, dan masa depan yang lebih bermartabat.

Penegasan tersebut dia sampaikan saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Kawasan Industri MM2100 Cikarang, Rabu (26/11/2025).

Baca: Ganjar Tegaskan Pemuda Harus Benar-benar Siap

Putra budayawan dan tokoh nasionalis Eros Djarot ini menilai bahwa vokasi bukan hanya urusan teknis pendidikan. Tapi bagian dari perjuangan ideologis untuk menguatkan wong kecil untuk berdikari.

Dia menekankan bahwa industri tidak boleh berdiri di atas rakyat, tetapi justru harus menjadi ruang di mana wong cilik memperoleh kesempatan mengangkat harkat hidupnya.

“Selama wong cilik tidak punya skill yang sesuai kebutuhan zaman, mereka hanya akan berada di luar pagar pabrik. Tugas kita adalah memastikan mereka masuk ke pusat produksi, menjadi bagian dari jantung industri nasional. Itulah jalan Trisakti bekerja dalam kehidupan rakyat,” ujar Banyu Biru, sebagaimana keterangannya kepada pewarta media ini, Kamis (27/11/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Banyu Biru mengapresiasi SMK Mitra Industri MM2100. SMK ini merupakan SMK pertama dan terbesar yang berdiri langsung di dalam kawasan industri.

Sebanyak 65 persen dari 3.000 lulusannya terserap di industri dan 35 persen mengikuti magang internasional ke Jerman, Jepang, atau memilih jalur wirausaha.

Hal ini bagi Banyu Biru menjadi bukti bahwa ketika akses dan kurikulum vokasi dirancang sesuai kebutuhan produksi, wong cilik dapat naik kelas dan menjadi kekuatan nyata dalam pembangunan industri. Dia menilai bahwa model vokasi berbasis kawasan industri harus direplikasi di seluruh Indonesia melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan sekolah-sekolah vokasi.

Dia juga menegaskan bahwa perjuangannya di Dapil Jatim VIII selalu memberi prioritas pada generasi muda serta pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Baginya, penguatan skill anak muda dan daya tahan UMKM adalah bagian dari upaya menjadikan rakyat sebagai pelaku utama ekonomi, bukan hanya pasar atau obyek industri.

“Anak muda harus diberi ruang untuk menjadi kreator, bukan sekadar pencari kerja. UMKM harus menjadi pilar ekonomi rakyat yang berdiri di kaki sendiri. Itulah roh Trisakti Bung Karno yang harus terus kita hidupkan,” jelas legislator yang konsen pada industri kreatif berbasis anak muda ini.

Baca: Ganjar Ajak Kader Banteng NTB Selalu Introspeksi Diri 

Banyu Biru juga menegaskan bahwa seluruh kerja politik yang dia jalankan, baik di sektor vokasi, UMKM, ekonomi kreatif, maupun pemberdayaan generasi muda, berakar pada ajaran Trisakti Bung Karno: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Menurutnya, keberpihakan kepada wong cilik bukanlah pilihan, tetapi kewajiban moral dan ideologis bagi setiap kader PDI Perjuangan.

Dia pun menegaskan, bahwa politik hanya bermakna ketika mampu menghadirkan kesempatan, akses, dan kemandirian bagi rakyat kecil

Quote