Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Ono Surono, menyampaikan kritik menohok terkait masih ditemukannya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi nelayan di kawasan Pantura Indramayu.
Ono mengingatkan Pertamina untuk peka terhadap kondisi masyarakat lokal, mengingat Indramayu merupakan rumah bagi Kilang Pertamina RU VI Balongan.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
"Setiap kali ada persoalan kelangkaan BBM di Indramayu, Pertamina harusnya sadar diri. Kilang Pertamina RU VI Balongan itu lokasinya ada di Indramayu, jangan sampai istilahnya 'tikus mati di lumbung padi'," tegas Ono saat meninjau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Bahari Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, Selasa (28/7).
Menurut Ono, kelancaran pasokan BBM adalah urat nadi perekonomian masyarakat pesisir. Tanpa kepastian BBM, nelayan tidak bisa melaut dan potensi ekonomi daerah dipastikan lumpuh. Karena itu, ia mendesak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat koordinasi agar distribusi BBM tidak lagi menyulitkan nelayan Pantura.
Selain masalah pasokan BBM melaut, Ono juga menyoroti krisis BBM operasional untuk penanganan pendangkalan alur muara di kawasan Eretan. Pendangkalan tersebut membuat kapal nelayan kerap tertahan hingga beberapa hari untuk bisa keluar-masuk pelabuhan.
Merespons usulan kerja sama pengerukan muara dari Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Muara Ciasem, Dendi Hermadi, Ono menyatakan siap memperjuangkan dukungan anggaran operasional dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat—khususnya untuk alokasi BBM alat berat.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
"Kita harus terus mendorong agar Pemprov Jabar membantu kebutuhan BBM operasional kapal tongkang dan ekskavator, baik milik pemda maupun koperasi. Dengan begitu, pengerukan muara bisa dilakukan secara berkelanjutan," ujar Ono.
Ono menegaskan, kombinasi antara alur muara yang dangkal dan sulitnya BBM melaut adalah ancaman ganda bagi kesejahteraan nelayan. Pihaknya berkomitmen mengawal kedua isu ini agar produktivitas sektor perikanan di Indramayu tetap terjaga.

















































































