Medan, Gesuri.id — Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan, Sofyan Tan, mengunjungi Yayasan Sekolah Nasrani 2 di Jalan Pendidikan, Kecamatan Medan Perjuangan, Rabu (24/6/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk menyerahkan bantuan pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada siswa-siswi tingkat SD, SMP, dan SMA.
Di hadapan para siswa, guru, dan orang tua, tokoh pendidikan asal Sumatera Utara tersebut membagikan kisah masa kecilnya yang penuh keterbatasan. Sofyan mengenang bagaimana orang tuanya dahulu kesulitan membayar biaya sekolah, serta perjuangannya belajar di rumah yang hanya mengandalkan penerangan lampu teplok.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Namun, keterbatasan itu tidak memadamkan semangatnya untuk terus belajar hingga sukses meraih gelar dokter dan menjadi wakil rakyat. Menurut Sofyan, kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang bagi siapa pun untuk menggapai masa depan yang lebih baik.
"Sampai hari ini, pada periode ketiga saya sebagai Anggota DPR RI, anak-anak yang berhasil dibantu sekitar 729 ribu orang. Mereka berasal dari sekitar 3.700 sekolah, baik yang berada di daerah pemilihan saya maupun di berbagai daerah lain di Indonesia,” ujar Sofyan Tan.
Ia menambahkan bahwa bantuan pendidikan ini tidak hanya memberi manfaat langsung bagi siswa, tetapi juga efektif meringankan beban ekonomi keluarga demi menjaga keharmonisan rumah tangga para orang tua murid.
Konsistensi Sofyan Tan dalam mengawal program ini selama 12 tahun terakhir membuat jangkauan beasiswa PIP yang diperjuangkannya meluas hingga ke luar basis daerah pemilihannya (dapil).

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
“Perhatian yang saya berikan bukan hanya untuk daerah pemilihan saya sendiri. Bantuan juga menjangkau wilayah seperti Labuhanbatu, Nias, Toba, Samosir, bahkan hingga Lampung, Bengkulu, dan Manado,” katanya.
Legislator yang kini duduk di periode ketiganya di Senayan tersebut menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan hak pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu selama dirinya masih diberi amanah sebagai wakil rakyat.

















































































