Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi Vl Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Budi Sulistyono Kanang, menyoroti wacana mega-proyek kereta cepat WHOOSH Jakarta–Surabaya.
Ia mengingatkan agar proyek tersebut tidak menjadi beban baru seperti kasus WHOOSH sebelumnya.
“Ini wacana luar biasa hebat, wacana yang dirindukan. Kalau ini lahir, maka ini adalah puncak perkeretaapian di Indonesia,” kata Kanang, yang juga Plh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Senin (25/8/2025).
Kanang mendorong adanya transparansi keuangan, kelayakan bisnis, serta efisiensi dalam kebijakan perkeretaapian nasional.
Ia juga mempertanyakan kesiapan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam menjalankan mandat Presiden.
“Kita tidak ingin mengulang model WHOOSH Jakarta–Bandung yang sampai sekarang belum untung dan justru jadi beban keuangan,” tegas mantan Bupati Ngawi dua periode itu.
Tak hanya itu, Kanang menyoroti laporan keuangan PT KAI yang dinilainya terlalu mulus. Menurut laporan, laba bersih KAI pada 2024 mencapai Rp1,1 triliun dan ditargetkan naik menjadi Rp1,185 triliun pada 2025. Namun, ia meragukan keakuratan angka tersebut.
“Ini menjadi pertanyaan luar biasa. Apakah angka laba ini real atau hanya target kertas? Apakah WHOOSH sudah diperhitungkan juga? Kesan yang muncul, KAI tampak nyaman sekali dengan angka ini, padahal tekanan finansial sangat besar,” tuturnya.
Menurut Kanang, keberadaan KAI sebagai pemegang saham di proyek WHOOSH Jakarta–Bandung menambah beban risiko keuangan yang harus dicermati dengan serius oleh DPR dan publik.
Rencana memperluas jalur WHOOSH hingga Surabaya sendiri merupakan bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat konektivitas antarkota di Pulau Jawa. Mandat itu telah disampaikan melalui Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.
Namun, Kanang memberi peringatan keras agar semua pihak tidak asal menyetujui keinginan presiden tanpa perencanaan matang.
“Presiden ingin sesuatu, kita iya-iya saja, lalu kemudian jadi beban. Jangan sampai itu terjadi lagi,” tegasnya.
Ia menekankan, mega-proyek ini harus benar-benar membawa manfaat nyata bagi negara.
“Proyek ini harus memberi manfaat riil bagi negara, bukan hanya menambah deretan utang. WHOOSH harus bisa menyumbang ke kas negara, bukan justru menggerusnya,” pungkasnya.