Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono, menanggapi rencana pemerintah melakukan penghematan energi menyusul meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah. Ia berharap kebijakan yang diambil pemerintah, termasuk opsi Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN), tidak sampai menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Jangan dibuat seperti ketika Pandemi Covid 19, yang kelihatan mencekam sekali. Jangan sampai itu terjadi,” ujar Budi Sulistyono, dikutip Selasa (17/3/2026).
Rencana penghematan energi tersebut sebelumnya disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam sidang kabinet bersama jajaran menteri di Istana Negara, Jumat (13/3/2026). Presiden Prabowo meminta jajarannya mengkaji langkah penghematan bahan bakar minyak (BBM) sebagai respons terhadap potensi lonjakan harga minyak dunia akibat perang di Timur Tengah.
Menurut Budi, selain kebijakan WFH, pemerintah juga dapat mempertimbangkan alternatif lain untuk menghemat energi, salah satunya dengan menyusutkan jam kerja.
“Waktu kerja bisa hanya 3 hari, bisa 4 hari,” ucapnya.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai kebijakan tersebut semata-mata untuk tujuan penghematan. Namun demikian, ia mengingatkan pemerintah agar tetap memetakan sektor-sektor lain yang juga membutuhkan perhatian dalam pengelolaan anggaran negara.
“Harus ada penghematan dari sisi lain, seperti belanja negara yang perlu dipertimbangkan. Itu yang paling penting,” ucapnya.
Kanang, sapaan lekatnya, juga berharap pemerintah memiliki manajemen prioritas yang jelas di tengah situasi global yang tidak menentu saat ini.
“Pemerintah sekarang tetap punya prioritas problematika. Baik itu masalah pendidikan, kesehatan, lapangan pekerjaan, maupun pengentasan pengangguran," tandasnya.

















































































