Ikuti Kami

Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo Pastikan Daerah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi

Bupati Asmat memimpinkesiapsiagaan Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana

Bupati Asmat Thomas Eppe Safanpo Pastikan Daerah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi
Bupati Asmat, Thomas Eppe Safanpo, memimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Apel Polres Asmat, Rabu (5/11/2025). (Foto: Dok Humas Polres Asmat)

Asmat, Gesuri.id - Bupati Kabupaten Asmat, Thomas Eppe Safanpo, yang juga politisi PDI Perjuangan, menegaskan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Hal itu disampaikan saat memimpin langsung Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana, Rabu (5/11/2025), di Lapangan Apel Polres Asmat.

Bupati Thomas Safanpo dalam amanatnya menyampaikan bahwa apel kesiapan dalam rangka tanggap darurat bencana ini, diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Menurut Bupati, ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana (sarpras) dalam pencegahan dan penanggulangan bencana alam, sehingga diharapkan seluruh personel dan stakeholder yang terlibat dapat bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana demi menjamin terlindunginya keamanan dan keselamatan masyarakat.

Berdasarkan laporan United Nations Office For Disaster Risk Reduction (UNDRR) tahun 2025, terdapat lebih dari 124 juta jiwa yang terdampak bencana alam setiap tahunnya.

Sementara berdasarkan data BNPB, sampai dengan 19 Oktober 2025 telah terjadi 2.606 bencana alam, diantaranya 1.289 banjir, 544 cuaca ekstrem, 511 karhutla, 189 tanah longsor, 22 gempa bumi, 4 erupsi gunung merapi serta beberapa bencana alam lainnya.

“Berdasarkan data BMKG, saat ini 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, di mana puncaknya diperkirakan akan terjadi secara bertahap dari bulan November 2025 hingga Januari 2026,” kata Bupati Thomas Eppe Safanpo.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, kata Bupati, kecepatan dan ketepatan respons menjadi salah satu faktor utama keberhasilan penanganan bencana.

“Oleh karena itu diperlukan kesiapan yang optimal dari seluruh elemen bangsa, baik dari TNI-Polri, Pemerintah Pusat hingga Daerah, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, Kementerian atau Lembaga dan Stakeholder terkait beserta seluruh masyarakat guna menjamin terlaksananya quick response terhadap setiap situasi bencana,” pungkasnya.

Quote