Ikuti Kami

Bupati Cirebon Tegaskan Pentingnya Kualitas Guru dan Digitalisasi

Imron menggarisbawahi bahwa pembenahan gedung sekolah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas tenaga pengajar.

Bupati Cirebon Tegaskan Pentingnya Kualitas Guru dan Digitalisasi
Bupati Cirebon H. Imron meninjau hasil revitalisasi sekolah dalam kegiatan Open House Sekolah Hasil Revitalisasi di SMP Negeri 2 Suranenggala - Foto: Istimewa

Cirebon, Gesuri.id - Pemerintah Kabupaten Cirebon terus membenahi infrastruktur pendidikan daerah. Bupati Cirebon, Imron, meninjau langsung hasil revitalisasi tahap pertama pada 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di SMP Negeri 2 Suranenggala.

Dalam peninjauan tersebut, Imron menggarisbawahi bahwa pembenahan gedung sekolah harus diimbangi dengan peningkatan kualitas tenaga pengajar.

Imron menyampaikan bahwa megahnya fasilitas fisik tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya guru yang berkualitas, semangat belajar dari para murid, serta sinergi dari orang tua dan masyarakat.

"Lingkungan belajar yang nyaman diharapkan mampu mendongkrak efektivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. Selain perbaikan fisik, fokus utama pembenahan sekolah di Kabupaten Cirebon juga menyasar digitalisasi sarana pendidikan melalui Program Indonesia Digital (PID)" ujarnya, dikutip Sabtu (17/10/2026).

Program ini dirancang agar interaksi belajar antara guru dan siswa makin adaptif, kreatif, serta produktif memanfaatkan teknologi modern. Imron turut berpesan agar para siswa merawat fasilitas yang ada dan mendorong para tenaga pendidik untuk menciptakan suasana sekolah yang aman dan menyenangkan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menjelaskan bahwa revitalisasi 12 SMP negeri ini merupakan bagian dari usulan awal sebanyak 33 sekolah. 

Saat ini, 12 sekolah telah rampung dikerjakan, satu sekolah masih dalam tahap penyelesaian, sementara sisanya masih dalam proses pengajuan untuk tahap kedua.

Tak hanya jenjang SMP, Pemkab Cirebon juga mengusulkan bantuan perbaikan untuk 77 satuan PAUD dan sekitar 130 Sekolah Dasar (SD). Ronianto mengakui bahwa keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat pemkab membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat.

Sinergi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemprov Jawa Barat, dan Pemkab Cirebon ini menjadi langkah krusial untuk mempercepat perbaikan sarana pendidikan yang rusak di wilayah Kabupaten Cirebon. 

Laporan pertanggungjawaban tahap pertama akan segera disampaikan ke kementerian terkait agar pengusulan tahap selanjutnya dapat berjalan lancar.

Quote