Ikuti Kami

Bupati Hermus: Perbedaan Suku, Budaya Modal Pembangunan Manokwari

"Perbedaan dibuat Tuhan agar kita bisa saling melengkapi atas kekurangan dan kelebihan yang kita miliki," kata Hermus.

Bupati Hermus: Perbedaan Suku, Budaya Modal Pembangunan Manokwari
Bupati Manokwari Hermus Indou (keempat dari kanan) saat memotong tumpeng untuk perayaan HUT ke 39 Kampung Sumberboga, Distrik Masni, Manokwari, Rabu. (ANTARA/Ali Nur Ichsan)

Manokwari, Gesuri.id - Bupati Manokwari Hermus Indou mengatakan perbedaan suku, ras, budaya telah menjadi modal pembangunan untuk Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, Tanah Papua, hingga Indonesia.

"Kerja sama dan sinergi menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Perbedaan dibuat Tuhan agar kita bisa saling melengkapi atas kekurangan dan kelebihan yang kita miliki," kata Hermus saat menghadiri HUT-39 Kampung Sumberboga, Distrik (Kecamatan) Masni, Rabu (28/2).

Ia mengatakan keberhasilan pembangunan di Indonesia tidak terlepas dari kemajuan Kabupaten Manokwari sebagai bagian dari NKRI.

Sedangkan kemajuan pembangunan di Manokwari tidak terlepas dari kemajuan pembangunan di tingkat pemerintahan terbawah, yaitu kampung atau desa.

Menurutnya, keberagaman suku, ras dan budaya di tingkat kampung harus menjadi pendorong untuk saling bekerja sama dan bersinergi untuk kemajuan pembangunan.

"Kemajuan Kampung Sumberboga tidak terlepas dari program transmigrasi pemerintah sehingga terjadi interaksi yang baik dan saling menerima antara suku asli di sini dengan suku pendatang," katanya.

Ia menjelaskan, kemajuan pembangunan di Kampung Sumberboga yang genap berusia 39 tahun menjadi bukti terawatnya persatuan dan kesatuan antara warga asli Manokwari yaitu Suku Arfak dengan warga Nusantara.

Meski ada perbedaan, tapi persaudaraan dan kekeluargaan telah membawa kampung yang memiliki lebih dari 765 kepala keluarga ini menjadi kampung utama dan embrio terbentuknya Distrik Masni.

"Kami Pemkab Manokwari memberikan penghormatan kepada semua kepala kampung dan juga para kepala suku yang telah bekerja sama untuk menghasilkan pembangunan luar biasa," katanya.

Ia mengajak seluruh warga kampung Sumberboga untuk merawat kebhinekaan yang sudah terjalin sehingga transformasi pembangunan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di kampung hingga kabupaten.

"Teruslah berjuang untuk membangun kampung demi kesejahteraan seluruh masyarakat di Kabupaten Manokwari maupun di seluruh Indonesia," katanya.

Hal senada diutarakan Kepala Suku Besar Arfak Dominggus Mandacan. Menurutnya, wilayah Kampung Sumberboga dulunya hutan dan mulai berkembang setelah program transmigrasi. Kemudian 1985 resmi menjadi kampung.

Dengan berdirinya kampung Sumberboga, keluarga besar suku Arfak menjadi lebih maju dan bertahap pemerintah membangun infrastuktur, puskesmas, sekolah dan akhirnya membuat daerah maju.

Quote