Banyuwangi, Gesuri.id - Bupati Banyuwangi yang juga politisi PDI Perjuangan Ipuk Fiestiandani mengapresiasi upaya pengembangan koral hias hasil budidaya yang diminati pasar Asia, Amerika, hingga Eropa.
Menurutnya hal itu tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendukung upaya konservasi karena menggunakan sistem budidaya, dan tidak mengambil langsung dari laut.
“Koralnya cantik-cantik dan banyak ragamnya, dan ini semua merupakan hasil budidaya,” jelas Ipuk, Rabu (25/02).
Komoditas hasil laut Kabupaten Banyuwangi memang semakin diminati pasar global. Salah satu produk yang kini diminati adalah koral hias hasil budidaya yang diminati pasar Asia, Amerika, hingga Eropa.
Contohnya, hasil budidaya koral hias yang dilakukan Sri Kandi Aquarium Banyuwangi, yang rutin melakukan ekspor ke berbagai negara di tiga benua.
Koral-koral tersebut untuk memenuhi kebutuhan akuarium laut rumahan yang kini banyak dimintati di berbagai negara.
Terdapat sekitar 39 jenis koral yang dibudidaya di tempat ini. Dua di antaranya menjadi primadona yang paling diminati, yakni Euphyllia dan Acropora karena memiliki banyak varian warna yang eksotis.
Sebelum diekspor, koral-koral yang telah dipanen, didisplay dan disiapkan di dalam akuarium. Di tempat ini terdapat 20 akuarium air laut yang masing-masing menampung 200 koral siap ekspor. Tiap akuarium dilengkapi dengan sistem sirkulasi air dan sinar Ultra Violet (UV) yang memadai.

















































































