Ikuti Kami

Cornelis Manula Pertama Divaksin, Jangan Takut Disuntik

"Pemeriksaan umum yang dokter lakukan seperti cek suhu badan, cek tekanan darah, ditanya pernah di vaksin atau tidak".

Cornelis Manula Pertama Divaksin, Jangan Takut Disuntik
Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 1 yang juga Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Drs. Cornelis, MH menerima suntikan dosis pertama Vaksin COVID-19 (SARS-CoV-2), Penyuntikan vaksin dilakukan dikediamannya di Ngabang, Jumat (6/3). (Foto: Istimewa)

Landak, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 1 yang juga Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Drs. Cornelis, MH menerima suntikan dosis pertama Vaksin COVID-19 (SARS-CoV-2), Penyuntikan vaksin dilakukan dikediamannya di Ngabang, Jumat (6/3).

Baca: Kudeta Myanmar, Hasto: Solidaritas ASEAN Harus Tekan Rejim 

Penyuntikan perdana terhadap Cornelis dengan aksin Vaksin COVID-19 CoronaVac buatan perusahaan asal China, Sinovac ini menjadi program vaksinasi di Indonesia, dengan penyuntikan Vaksin COVID-19 kepada Cornelis dilakukan oleh Tim Dokter dari Kabupaten Landak.

Cornelis mengatakan dirinya telah menerima Vaksin COVID-19 yang pertama, selain itu dirinya juga Manula yang pertama kali di Vaksin COVID-19 untuk wilayah Kabupaten Landak, karena umurnya sudah menginjak 67 Tahun.

"Sebelum divaksin, Kita terlebih dahulu diperiksa oleh Dokter, sehat atau tidak. Pemeriksaan umum yang dokter lakukan seperti cek suhu badan, cek tekanan darah, ditanya pernah di vaksin atau tidak dan bagaimana reaksi vaksin sebelumnya. Selain itu di tanya pernah sakit diabetes, jantung, nyeri, ginjal dan pertanyaan-pertanyaan lainya, setelah pemeriksaan secara umum oleh dokter, Saya dinyatakan sehat dan di bolehkan untuk penyuntikan Vaksin COVID-19," terang Cornelis.

Anggota Komisi II DPR RI mengatakan bahwa setelah di Vaksin COVID-19, dirinya tidak mengalami reaksi apa pun masih sama seperti pada saat belum di Vaksin COVID-19.

"Beberapa jam setelah Saya di vaksin, Saya tidak mengalami reaksi apapun akibat vaksin tersebut, jadi vaksin yang di gunakan pemerintah ini aman untuk di gunakan oleh masyarakat, bagi yang sudah manula jangan takut untuk di Vaksin COVID-19, kecuali kondisi kesehatan kurang baik dan memang tidak diperbolehkan oleh petutas Vaksin COVID-19," terang Cornelis.

Cornelis menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah agar mau di vaksin guna mencegah penyebaran COVID-19 di Indonesia.

"Saya menghimbau kepada masyarakat, supaya mengikuti anjuran pemerintah agar mau di vaksin, demi memutus mata rantai COVID-19 yang melanda Dunia termasuk Indonesia. Oleh karena itu, tidak perlu ragu-ragu dalam rangka Kita mengatasi bencana Pandemi COVID-19 ini, pemerintah menvaksin masyarakatnya agar masyarakat itu sehat," ujar Cornelis.

Baca: Soal Predatory Pricing, Darmadi: UMKM Harus Dilindungi

Tidak lupa Cornelis mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh pada informasi atau berita-berita bohong ataupun Hoax yang menyatakan Vaksin COVID-19 tidak aman untuk di gunakan.

"Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat jangan terlalu percaya berita-berita bohong atau hoax yang menyatakan Vaksin COVID-19 ini tidak baik untuk digunakan. Saya sendiri telah divaksin dan merasakan nyaman setelah di Vaksin COVID-19, dan setelah divaksin Saya berpesan masyarakat tetap terus melaksanakan Protokol Kesehatan dari Pemerintah," tutup Cornelis.

 

Kontributor: Yogen.

Quote