Ikuti Kami

Deddy Minta PLN Penuhi Kebutuhan Listrik Kalimantan

Deddy: Saya hitung, jumlah desa disana (Kalimantan) lebih dari 7.100.

Deddy Minta PLN Penuhi Kebutuhan Listrik Kalimantan
Anggota Komisi VI DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Deddy Yevri Sitorus.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan  Deddy Yevri Sitorus meminta  Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sripeni Inten Cahyani untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kalimantan.

Baca: Konsumsi Listrik Ibukota Baru, Data ESDM Diragukan

Dia pun menggugat target dari PLN yang hanya menargetkan elektrifikasi bagi 314 desa di Kalimantan pada tahun 2019.

Hal itu dikatakan Deddy dalam Rapat Kerja (Raker) antara Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN Erick Thohir  beserta jajarannya di Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/12). 

“Saya hitung, jumlah desa disana (Kalimantan) lebih dari 7.100. Di daerah pemilihan saya di Kalimantan Utara itu masih banyak desa-desa yang belum ada listriknya,” ungkap Deddy.

Di Kalimantan Barat, lanjut Deddy, elektrifikasi hanya berkisar antara 84 dan Kalimantan Tengah 87 persen. Dan di Kalimantan Timur baru 71, 98 persen. 

“Padahal, kita menikmati listrik, sumbernya dari Kalimantan. Batubaranya dari Kalimantan. Ini khan ‘utang’ kita pada manusia di Kalimantan, saya kira kita harus memperhatikan hal ini,” tegas Deddy.

Deddy melanjutkan, dia berharap PLN bisa memperhatikan terutama kebutuhan listrik di Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat. Sebab kedua daerah itu merupakan ‘teras depan’ nya Indonesia.

“Lucu, bila daerah kita di perbatasan gelap gulita, sedangkan di negeri sebelahnya terang benderang. Padahal kita sudah 74 tahun merdeka,” ujar Deddy.

Baca: Karolin Dorong Pembangunan Pembangkit Mikrohidro

Deddy pun menyediakan solusi terkait sumber listrik, yakni memanfaatkan listrik dari Sungai Kayan di Kalimantan Utara. Deddy pun menyatakan posisi PLN tak jelas menyikapi potensi Sungai Kayan.
 
“Padahal Kayan ini potensinya mencapai 9.000 megawatt. Tapi posisi PLN tak jelas, (Kementerian BUMN) pun gak jelas. Ini harus kita manfaatkan denga serius,” tegas Dedddy.

Quote