Ikuti Kami

Buka Seleksi Fatmawati Trophy 2026 di Banten, Bintang Puspayoga: Perempuan Adalah Desainer dan Arsitek Peradaban Bangsa

Fatmawati Trophy merupakan simbol kepeloporan, keberanian, dan manifestasi kepemimpinan perempuan Indonesia yang humanis.  

Buka Seleksi Fatmawati Trophy 2026 di Banten, Bintang Puspayoga: Perempuan Adalah Desainer dan Arsitek Peradaban Bangsa
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak sekaligus Ketua Panitia Nasional Fatmawati Trophy 2026, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.  

​Serang, Gesuri.id — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Banten resmi menggelar ajang seleksi daerah Fatmawati Trophy 2026 di Kota Serang, Banten, Rabu (3/6). 

Acara yang bertepatan dengan momen Bulan Bung Karno ini dihadiri langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak sekaligus Ketua Panitia Nasional Fatmawati Trophy 2026, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.  

​Dalam sambutannya, perempuan yang akrab disapa Bintang Puspayoga tersebut menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi prestasi biasa. Fatmawati Trophy merupakan simbol kepeloporan, keberanian, dan manifestasi kepemimpinan perempuan Indonesia yang humanis.  

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

​"Kita melaksanakan lomba ini untuk menghidupkan kembali semangat dan menghadirkan sosok perempuan terbaik yang pernah dimiliki bangsa, yaitu Ibu Fatmawati Soekarno. Beliau adalah Ibu Bangsa, Ibu Negara pertama, yang berada di tengah momentum terbentuknya Indonesia dan ikut membentuk jati diri bangsa," ujar Bintang kepada Gesuri.id.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut 

- Ketua DPD PDI Perjuangan Banten, H. Ade Sumardi.

- Sekretaris DPD PDI Perjuangan Banten, Wanto Sugito.

- Fungsionaris DPD PDI Perjuangan Propinsi Banten.

- Anggota DPRD dan Pengurus DPC PDI Perjuangan Banten. 

​Bintang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPD PDI Perjuangan Banten yang dikomandoi oleh Ketua H. Ade Sumardi dan Sekretaris Wanto Sugito atas keberhasilan mereka menyelenggarakan kegiatan seleksi ini.

​Ajang seleksi di Tanah Jawara ini diikuti oleh 22 desainer berbakat yang telah mengantongi rekomendasi resmi dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan se-Provinsi Banten. Dari 22 peserta yang bertanding di tingkat provinsi tersebut, nantinya akan dipilih 3 karya terbaik untuk mewakili Provinsi Banten ke seleksi Tingkat Regional.

​Secara nasional, proses seleksi sketsa Fatmawati Trophy ini berlangsung serentak di seluruh DPD pada 1–15 Juni 2026. Panitia nasional telah membentuk 15 regional berdasarkan kedekatan wilayah geografis dan karakteristik budaya.

​Masing-masing regional nantinya akan mengirimkan 3 utusan terbaik ke tingkat nasional. Dengan demikian, akan ada 45 kebaya dan 45 kerudung hasil karya desainer terbaik dari seluruh penjuru negeri yang siap dipamerkan pada puncak acara nasional yang rencananya digelar pada 22 Agustus 2026 di Jakarta.

​Bintang menjelaskan, gaya busana Ibu Fatmawati mencerminkan kesederhanaan sekaligus keteguhan moral yang luar biasa. Melalui kompetisi desain busana ini, PDI Perjuangan berkomitmen mendukung talenta kreatif para kader untuk memperkuat kepribadian khas Indonesia.  

​Filosofi tersebut juga dituangkan secara artistik oleh pematung ternama, Dolorosa Sinaga, ke dalam bentuk trofi lomba. Trofi tersebut menampilkan figur perempuan berkerudung yang berdiri tegak dalam keheningan, melambangkan kekuatan, keteguhan, dan kepemimpinan perempuan.  

​"Kita tidak sedang bernostalgia. Sebaliknya, kita ingin perempuan Indonesia bisa tumbuh seteguh dan sekokoh Fatmawati Soekarno," tambahnya.  

​Lebih lanjut, Bintang juga mengapresiasi sejarah panjang perjuangan perempuan di Banten. Ia menyebutkan nama-nama besar seperti Nyimas Gamparan yang memimpin puluhan pendekar wanita dalam Perang Cikande, Maria Ulfah Santoso sebagai menteri perempuan pertama sekaligus sarjana hukum perempuan pertama lulusan Leiden, hingga Nyimas Melati yang memimpin perlawanan bersenjata melawan kolonial.  

​"Perempuan bukan pelengkap sejarah. Perempuan adalah arsitek peradaban bangsa," tegasnya.  

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

​Untuk melanjutkan estafet perjuangan tersebut, DPP PDI Perjuangan Bidang Perempuan dan Anak periode 2025–2030 fokus pada program Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput. Program ini diarahkan untuk mendongkrak kapasitas kepemimpinan perempuan di tingkat terbawah agar mampu menggerakkan perubahan sosial di lingkungan keluarga dan komunitas.  

​Acara pembukaan seleksi ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh segenap fungsionaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, para anggota DPRD, serta pengurus DPC PDI Perjuangan se-Banten.

​Menutup arahannya, Bintang memberikan lecutan semangat kepada para peserta. 

"Generasi baru perempuan Indonesia harus kreatif, berakar, berani, dan berpihak. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengabadikan perempuannya sebagai sumber nilai peradaban. Perempuan berdaya, Indonesia Raya!" pungkasnya.

Quote