Ikuti Kami

Dewi Aryani: Stop Bungkus Makanan Pakai Koran & Kresek Hitam

"Membungkus makanan dengan menggunakan koran dan kresek hitam sangat berbahaya karena mengandung bahan kimia".

Dewi Aryani: Stop Bungkus Makanan Pakai Koran & Kresek Hitam
Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani, M.Si., mengimbau kepada seluruh kepala daerah melalui para kepala desa (kades) untuk melakukan pembinaan kepada pedagang makanan agar stop menggunakan koran sebagai pembungkus makanan. (Istimewa)

Tegal, Gesuri.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani, M.Si., mengimbau kepada seluruh kepala daerah melalui para kepala desa (kades) untuk melakukan pembinaan kepada pedagang makanan agar stop menggunakan koran sebagai pembungkus makanan.

Baca: Ocehan Biden Jakarta Tenggelam, Anies Salah Stop Reklamasi !

"Membungkus makanan dengan menggunakan koran dan kresek hitam sangat berbahaya karena mengandung bahan kimia," tegas Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr saat Kegiatan Informasi, Komunikasi dan Edukasi (KIE) Tentang Keamanan Pangan bersama BPOM Semarang di Balaidesa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal diikuti 5 desa lainnya, Senin (9/8).

Menurut Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah IX yang meliputi Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kota Tegal itu, koran dan tas kresek hitam mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker pada tubuh seseorang yang mengonsumsi makanan yang diletakkan di atasnya.

"Bahaya lain yang dapat ditimbulkan akibat kertas koran adalah gangguan pencernaan, keseimbangan produksi hormon dan bahaya pada ginjal serta paru-paru," tegas Dewi Aryani.

Secara tegas, Dewi Aryani juga meminta kepada daerah di kabupaten/kota melalui dinas UMKM garus gencar melakukan pembinaan. Pembinaan, lanjutnya, bisa melalui paguyuban pedagang yang ada di desa, dengan diberi pelatihan menjual makanan yang sehat.

"Para pedagang diberi pembinaan dan pelatihan, kertas-kertas apa saja yang baik untuk membungkus makanan," tandasnya.

Pedagang bisa menggunakan kertas tisu, kertas minyak atau kertas makanan untuk menyerap minyak yang berlebihan pada makanan. Kedua jenis kertas ini relatif lebih aman untuk penggunaan pada makanan.

Untuk itu Dewi Aryani menyarankan masyarakat harus bisa memilih makanan yang sehat, bergizi, cocok dan aman. Apalagi di masa Pandemi-19 sekarang ini. Harus sudah ada ijin BPOM-nya, apabila makanan itu dalam kemasan.

"Saya harapkan para peserta menyebarkan informasi keamanan pangan yang telah diperoleh kepada lingkungan sekitarnya, sehingga dapat menyentuh seluruh masyarakat sampai ke pelosok," ungkap Dewi Aryani.

Hadir Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang, Drs. Sandra MP Linthin, Apt, MKes dan ratusan peserta dari tokog masyarakat yang tersebar di desa-desa. Hadir juga Kapolsek, Danramil dan Kepala Desa di setiap desa. Acara menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca: Koreksi Fadli Zon Terhadap Baliho Puan Maharani, Salah!

Kegiatan Informasi, Komunikasi dan Edukasi (KIE) Tentang Keamanan Pangan ini digelar serentak, dipusatkan di Balaidesa Sidaharja dan diikuti desa-desa lainnya yakni Desa Sidaharja, Bojongsana, Purwahamba, Jatibogor, Suradadi secara Virtual Zoom, tota diikuti 1000 peserta. 

Sementara itu, lokasi pelaksanaan sosialisasi makanan sehat dan aman di masa pandemi bersama BPOM yaitu pada tanggak 8-9 Agustus, yaitu pada tanggal 8 Agustus di Kecamatan Warureja di Desa Demangharjo, Kedungkelor, Sigentong, Kendayakan, dan Sukareja.

Sedangkan pada tanggal 9 Agustus di Kecamatan Suradadi di Desa Sidaharja, Bojongsana, Purwahamba, Jatibogor, Suradadi. Dilansir juga dari panturanews.

Quote