Ikuti Kami

Diah Minta Kemensos Bangun Sistem Pengawasan Baru 

Diah menyebut sistem yang ada saat ini harus dievaluasi.

Diah Minta Kemensos Bangun Sistem Pengawasan Baru 
Anggota Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka meminta Kementerian Sosial (Kemensos) membangun sistem pengawasan baru terhadap lembaga filantropi. 

Diah menyebut sistem yang ada saat ini harus dievaluasi.

Baca: Gembong Nilai Positif Usulan Pembentukan Jakarta Raya

"Itu dimonitor nggak? Sekretariatnya, penyaluran ke mana, harusnya ada membangun mekanisme audit dan ada sanksi kalau misal ditemukan persoalan. Lembaga ini harus dibangun sistem monitoring," katanya.

Dia menyarankan agar Kemensos membuat divisi khusus untuk mengawasi lembaga filantropi. 

Namun, Diah mengingatkan agar tak ada praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam pengawasan lembaga filantropi itu.

"Kita berharap Kemensos bangun satu divisi untuk monitor, memang orang takut karena menjadi lembaga superpower. Hasil monitor dilaporkan ke publik. Penyakit orang kita kalau monitor, KKN lagi. Jangan sampai terjadi lagi," ucapnya.

Dia mengatakan lembaga filantropi harus transparan. Menurutnya, jumlah uang yang dikumpulkan dan penyalurannya harus diketahui publik.

"Pertama, akuntabilitas, dibikin transparan. Kedua, publik harus tahu disalurkan ke mana, kalau terbuka itu bisa monitor. Kemensos bisa menentukan lembaga ini kredibel dan tidak, dari laporan terbukanya kepada publik," ucapnya.

Baca: Kent Minta Anies Masifkan Sosialisasi Perubahan Nama Jalan

Sebelumnya, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menyerahkan dua dokumen kepada Mensos. Salah satu dokumennya terkait 176 lembaga serupa Yayasan ACT yang diduga menyelewengkan dana.

"Pada kasus yang terakhir dan seperti yang disebutkan Mensos, tadi ada 176 entitas lainnya yang diserahkan ke beliau untuk diperdalam selain kasus yang marak saat ini (ACT) ditangani teman-teman Bareskrim," kata Ivan.

Quote