Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin mengapresiasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) atas kepastian jadwal pemberangkatan perdana jemaah haji Indonesia 2026 yang akan dimulai pada 22 April.
Meski demikian, Azis menekankan pentingnya jaminan keamanan dan keselamatan jemaah di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang masih berkembang.
“Kita apresiasi kerja keras Kemenhaj yang memastikan pemberangkatan haji kloter pertama tepat waktu. Namun, pemerintah wajib memberikan kepastian keamanan jemaah,” ujar Azis saat dihubungi di Jakarta, Rabu (1/4).
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Ia menilai ketepatan jadwal menjadi kabar baik bagi ratusan ribu calon jemaah haji Indonesia. Namun, menurutnya, aspek keselamatan tidak boleh diabaikan hanya demi mengejar target waktu keberangkatan.
Azis juga mendorong pemerintah untuk segera memaparkan rencana mitigasi risiko secara komprehensif, termasuk menyiapkan rute penerbangan alternatif yang aman guna menghindari wilayah konflik.
“Keselamatan jemaah adalah prioritas utama. Mitigasi risiko harus disiapkan hingga skenario terburuk, termasuk koordinasi dengan otoritas penerbangan internasional,” katanya.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa pemerintah menempatkan keselamatan jemaah sebagai prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Ia menyampaikan bahwa kesiapan haji tahun ini telah mendekati 100 persen, mencakup layanan transportasi, akomodasi, serta konsumsi bagi jemaah.
“Pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia direncanakan dimulai pada 22 April 2026. Akomodasi di Mekkah dan Madinah, layanan konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah dipersiapkan,” ujar Irfan.

















































































