Jakarta, Gesuri.id - Gubernur Bali Wayan Koster mengajak generasi muda memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam apel Peringatan Hari Lahir Pancasila di Denpasar, Senin, Koster menegaskan generasi muda memiliki peran penting sebagai penerus bangsa dalam menjaga dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.
"Tentu saja sebagai generasi penerus, generasi muda harus memegang teguh Pancasila sebagai ideologi bangsa dan memahami nilai-nilainya dengan baik," kata Koster.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Ia mengatakan Pancasila telah terbukti menjadi ideologi yang mampu menyatukan keberagaman bangsa Indonesia sekaligus menjadi fondasi perdamaian dan menjaga eksistensi Indonesia di tingkat internasional.
Menurut Koster, nilai-nilai Pancasila juga relevan untuk menjawab berbagai tantangan global di tengah ketidakpastian dunia, termasuk perkembangan teknologi dan dinamika geopolitik.
"Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik," ujarnya.
Ia menilai Indonesia menjadi contoh nyata negara yang mampu mempersatukan keberagaman lebih dari 17.000 pulau dan ratusan kelompok etnis dalam satu ikatan kebangsaan.
Koster mengatakan Indonesia juga memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Menurut dia, Pancasila menjadi landasan kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, termasuk dalam upaya diplomasi, mediasi konflik, serta memperjuangkan keadilan dan perdamaian dunia.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diwujudkan dalam tindakan sehari-hari.
Koster juga mengingatkan para kepala daerah agar setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan masyarakat, menjamin hak-hak kelompok rentan, serta tidak membiarkan warga merasa terpinggirkan.
"Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan dan tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, persatuan, dan nilai-nilai kemanusiaan," kata Koster.

















































































