Ikuti Kami

DPR RI dan PDI Perjuangan Bagikan Masker, Peduli Warga Terdampak Kabut Asap di Palangka Raya

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.

DPR RI dan PDI Perjuangan Bagikan Masker, Peduli Warga Terdampak Kabut Asap di Palangka Raya
Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi PDI- Perjuangan Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Sigit K. Yunianto.

Palangka Raya, Gesuri.id – Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi PDI- Perjuangan Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Sigit K. Yunianto, bersama DPC PDI Perjuangan Kota Palangka Raya turut hadir di tengah masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Aksi pembagian masker dilakukan di sejumlah titik aktivitas masyarakat, di antaranya Jalan Garuda dan Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu (29/8/2026). 

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap.

Pembagian masker merupakan bagian dari gerakan gotong royong untuk memberikan perlindungan kepada warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla.

Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo 

Sigit mengatakan, kondisi kabut asap perlu menjadi perhatian karena masyarakat masih menjalankan berbagai aktivitas di luar ruangan.

“Kami melihat masyarakat tetap harus beraktivitas di tengah kondisi kabut asap. Karena itu, kami berinisiatif turun langsung membagikan masker sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat,” kata Sigit.

Menurutnya, perlindungan masyarakat harus berjalan beriringan dengan upaya pemerintah dalam memadamkan serta mencegah meluasnya karhutla.

Penanganan karhutla, lanjut Sigit, tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman titik api. Dampak yang ditimbulkan terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat juga harus menjadi perhatian.

“Jangan sampai kita hanya fokus pada apinya, tetapi masyarakat yang terdampak asap justru tidak mendapatkan perhatian. Kesehatan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla,” ujarnya.

Sigit mengimbau masyarakat, terutama mereka yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan, untuk menggunakan masker ketika kondisi udara mulai dipenuhi asap.

Ia juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara memburuk.

“Kalau kondisi udara semakin buruk, masyarakat harus lebih waspada. Gunakan masker dan kurangi aktivitas di luar ruangan apabila memang tidak mendesak,” tegasnya.

Selain membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap, Sigit juga mendorong pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan memperkuat upaya pencegahan karhutla.

Baca: Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!

Menurutnya, karhutla yang berulang setiap musim kemarau menunjukkan perlunya strategi pencegahan yang lebih terukur dan berkelanjutan.

“Kita berharap penanganan karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Pencegahan harus diperkuat sejak awal, karena dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia menilai penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat, masyarakat hingga organisasi sosial.

“Yang kita harapkan tentu bukan sekadar masyarakat memakai masker, tetapi bagaimana persoalan karhutla ini bisa segera dikendalikan sehingga masyarakat kembali mendapatkan udara yang sehat,” pungkasnya.

Quote