Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, memediasi persoalan penyelenggaraan pasar takjil di Kecamatan Mulyorejo dan Kecamatan Rungkut dengan menghadirkan solusi penataan yang tetap memberi ruang bagi pedagang sekaligus menekan potensi kemacetan selama Ramadan.
Melalui mediasi bersama pemerintah kecamatan, kelurahan, dan instansi terkait, disepakati sejumlah langkah penataan agar aktivitas pasar takjil dapat berjalan tertib tanpa mengganggu lalu lintas.
“Ditemukan win-win solution antara keluhan soal kemacetan dan ruang hidup bagi PKL maupun UMKM yang memanfaatkan momen Ramadan untuk menggerakkan perekonomian,” ujar Eri Irawan, Kamis (19/2/2026).
Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis
Sebelumnya, sempat terjadi miskomunikasi terkait perizinan pasar takjil di Kelurahan Dukuh Sutorejo dan kawasan sekitar Kantor Kecamatan Rungkut yang menimbulkan kebingungan di kalangan pedagang. Persoalan tersebut kini telah diselesaikan melalui proses mediasi.
Sebagai bagian dari solusi, pemerintah bersama Dinas Perhubungan melakukan penataan lalu lintas melalui pemasangan rambu pengatur sementara guna mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Di lokasi tersebut, sebanyak 31 UMKM di Sutorejo dan sekitar 20 pelaku UMKM di Rungkut diperbolehkan berjualan dengan pengaturan khusus.
Selain penataan lalu lintas, disepakati pula sejumlah aturan operasional, antara lain larangan makan di tempat sehingga pembeli hanya diperbolehkan membeli untuk dibawa pulang. Pedagang juga diwajibkan menjaga kebersihan area serta menggunakan lapak portable agar tidak menimbulkan bangunan permanen.
Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Pentingnya Integritas bagi Pemimpin
Menurut Eri, kebijakan tersebut menjadi langkah seimbang antara menjaga kelancaran mobilitas warga dan mendukung keberlangsungan usaha masyarakat kecil.
“Kelancaran lalu lintas penting, tetapi bisa diatur dengan penataan yang baik. Di sisi lain, UMKM tetap harus diberi ruang untuk berkreasi dan meningkatkan kesejahteraan, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah,” katanya.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya ini berharap penataan pasar takjil dapat memberi manfaat bagi semua pihak, mulai dari pedagang yang tetap dapat berjualan, masyarakat yang mudah memperoleh takjil, hingga pengendalian kemacetan yang lebih optimal selama Ramadan.

















































































