Ikuti Kami

Evita Nursanty Komitmen Dorong Pertumbuhan Wirausaha Baru Industri Kecil di Kabupaten Grobogan

Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus berkelanjutan serta disinergikan dengan peran legislatif dan eksekutif daerah.

Evita Nursanty Komitmen Dorong Pertumbuhan Wirausaha Baru Industri Kecil di Kabupaten Grobogan
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty.

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan wirausaha baru industri kecil di Kabupaten Grobogan. 

Hal itu disampaikan Evita saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil yang digelar di Grobogan, Sabtu (29/11/2025) pagi.

Evita menegaskan, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus berkelanjutan serta disinergikan dengan peran legislatif dan eksekutif daerah.

Baca: Ganjar Ajak Kader Banteng NTB Selalu Introspeksi Diri

“Saya ingin program ini tidak berhenti hari ini saja koordinasi berkelanjutan antara eksekutif dan legislatif agar industrinya tumbuh dan UMKM kita semakin kuat,” ujarnya.

Menurut Evita, industri kecil memegang peran besar dalam perekonomian nasional maupun daerah. Ia menyebut, lebih dari 99% industri di Indonesia adalah industri mikro, kecil, dan makro, dengan serapan tenaga kerja mencapai 13 juta orang.

"“Di Jawa Tengah saja terdapat lebih dari 887.000 industri kecil, sementara di Grobogan jumlahnya mencapai 18.805 unit. Angka ini menunjukkan potensi besar yang harus terus kita tumbuhkan,” tegasnya.

Grobogan, lanjut Evita, memiliki sumber daya unggulan mulai dari jagung, padi, kedelai hingga produk olahan seperti tahu, tempe, kecap, mie, pakan ternak, daging, susu, hingga sirup melon. Namun, Evita menilai peluang pengembangan usaha masih jauh lebih luas bila digarap lebih kreatif sesuai potensi wilayah.

Dalam bimtek yang akan berlangsung selama tiga hari ini, ada tiga sektor prioritas yang menjadi fokus pelatihan, yaitu batik dan turunannya, olahan pangan, dan bengkel roda dua. Evita menyoroti pentingnya penguatan industri batik Grobogan yang memiliki motif khas namun perlu ditingkatkan pada aspek fashion, pola jahit, hingga kerja sama dengan desainer agar dapat bersaing di pasar nasional.

“Batik Grobogan itu khas dan berkualitas. Ke depan kita dorong bukan hanya batiknya, tapi fashion-nya, pola jahitnya, hingga tampil dalam fashion show,” ungkapnya.

Pada sektor olahan pangan, Evita menegaskan Grobogan memiliki keunggulan bahan baku melimpah. Industri pengolahan pangan sangat potensial untuk berkembang, bahkan menembus pasar global. 

Baca: Ganjar Tegaskan Pemuda Harus Benar-benar Siap

Sementara itu, sektor bengkel roda dua dinilai sangat strategis karena Grobogan memiliki lebih dari 700.000 unit sepeda motor, dengan peringkat keempat tertinggi di Jawa Tengah. Hal ini membuka peluang besar bagi tumbuhnya wirausaha bengkel.

Evita juga mengakui masih banyak pelaku UMKM dan industri kecil yang menghadapi kesulitan, khususnya dalam akses permodalan dan pemenuhan standar produk seperti sertifikasi SNI. “Kami di Komisi VII terus mendorong kementerian terkait untuk membantu mengatasi kesulitan permodalan, bahan baku, dan kendala memperoleh sertifikat SNI," kata Evita.

Evita menutup sambutannya dengan mengajak para pelaku industri kecil untuk berani memulai, tidak takut mencoba, dan terus meningkatkan kemampuan. 

Quote