Ikuti Kami

Febrinanda Tegaskan Tolak Segala Bentuk Tambang Emas di Hutan Bukit Sanggul

Emas yang paling sejati dan tak ternilai harganya bukanlah logam mulia yang dikeruk dari perut bumi, melainkan hutan yang asri.

Febrinanda Tegaskan Tolak Segala Bentuk Tambang Emas di Hutan Bukit Sanggul
Anggota DPRD Kabupaten Seluma dari Fraksi PDI Perjuangan, Febrinanda Putra Pratama.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Kabupaten Seluma dari Fraksi PDI Perjuangan, Febrinanda Putra Pratama, menegaskan sikapnya menolak segala bentuk rencana pertambangan emas di kawasan Hutan Bukit Sanggul. Sikap tersebut disampaikan di tengah berkembangnya diskursus publik terkait wacana peninjauan kembali fungsi kawasan Hutan Bukit Sanggul.

“Emas yang paling sejati dan tak ternilai harganya bukanlah logam mulia yang dikeruk dari perut bumi, melainkan hutan yang asri, ekosistem yang lestari, serta mata air yang tetap terjaga,” kata Febrinanda, Rabu (23/9/2026).

Menurut Febrinanda, kawasan hutan memiliki nilai ekologis yang jauh lebih penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dibandingkan potensi sumber daya mineral yang terdapat di dalamnya.

Ia menilai keberadaan hutan dan sumber mata air sangat penting, khususnya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan para petani di Kabupaten Seluma.

Febrinanda juga menanggapi sikap sejumlah kepala desa (kades) dan Camat Ulu Talo yang sebelumnya menyampaikan penolakan terhadap wacana pengembalian fungsi kawasan menjadi hutan lindung.

Menurutnya, perbedaan pandangan tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sah. Masyarakat maupun pemerintah desa, kata dia, memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi.

“Menanggapi penolakan yang disampaikan oleh sejumlah kepala desa dan Camat Ulu Talo, saya memandang hal tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang sah,” ujarnya.

Namun, Febrinanda menegaskan bahwa upaya untuk mempertahankan dan melindungi kawasan hutan juga merupakan bagian dari kepentingan publik yang perlu diperhatikan.

Ia berharap perbedaan pandangan mengenai status dan fungsi kawasan Bukit Sanggul dapat mendorong masyarakat untuk semakin aktif mengawal isu-isu strategis yang berkaitan dengan lingkungan dan kepentingan masyarakat luas.

“Kita berharap dinamika dan perdebatan yang terjadi di tengah masyarakat ini menjadi pemantik positif agar masyarakat Seluma semakin peduli, kritis, dan aktif mengawal isu-isu strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak serta kelestarian lingkungan,” katanya.

Febrinanda kembali menegaskan bahwa dirinya tetap konsisten menolak rencana pertambangan emas di kawasan Bukit Sanggul.

Menurutnya, kelestarian hutan dan lingkungan perlu dipertimbangkan sebagai kepentingan jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Menjaga alam hari ini adalah investasi kemanusiaan yang paling utama bagi anak cucu kita kelak,” ujarnya.

Quote