Ikuti Kami

Febrinanda Tolak Eksploitasi Tambang Emas di Seluma: Jangan Rusak Tanah Puyang Kami

Febrinanda menegaskan daerahnya memiliki kedaulatan yang tidak dapat ditukar dengan janji investasi

Febrinanda Tolak Eksploitasi Tambang Emas di Seluma: Jangan Rusak Tanah Puyang Kami
Anggota DPRD Kabupaten Seluma dari Fraksi PDI Perjuangan, Febrinanda Putra Pratama - Foto: Radar Seluma

Seluma, Gesuri.id – Anggota DPRD Kabupaten Seluma Fraksi PDI Perjuangan Febrinanda Putra Pratama melayangkan protes keras terhadap rencana eksploitasi tambang emas di wilayah Seluma.

Ia menegaskan daerahnya memiliki kedaulatan yang tidak dapat ditukar dengan janji investasi.

Menurut Febrinanda, pemerintah harus terlebih dahulu menyelesaikan kewajiban keuangan kepada daerah sebelum berbicara soal pengelolaan tambang emas. Ia mempertanyakan realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) yang dinilai belum sepenuhnya diterima Seluma.

“Kita bicara emas jutaan ounce, tapi mari jujur, sudahkah Dana Bagi Hasil untuk Seluma dibayar lunas? Hak rakyat Seluma masih banyak yang tersendat. Jangan jadikan daerah kami sapi perahan. Kami tidak butuh janji baru jika hak lama belum jelas,” tegasnya.

Ia juga menyoroti potensi dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas pertambangan. Menurutnya, masyarakat kecil berisiko menjadi pihak yang paling terdampak, terutama petani dan warga yang menggantungkan hidup pada sungai dan lahan pertanian.

“Jangan sampai elite menikmati keuntungan, sementara warga di pelosok harus menghadapi sawah rusak dan air tercemar. Ini bukan sekadar soal investasi, tapi soal keberlanjutan hidup masyarakat,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Febrinanda turut mengutip semangat ajaran Bung Karno tentang kedaulatan dan kemandirian bangsa. Ia menegaskan kader partai harus berpihak kepada rakyat kecil dan menjaga kelestarian alam sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik.

Sebagai putra Suku Serawai, ia juga menyinggung nilai adat dan kearifan lokal yang melekat pada hutan dan tanah di Seluma. Menurutnya, kawasan hutan bukan sekadar lahan ekonomi, melainkan bagian dari identitas dan warisan leluhur.

“Hutan adalah rumah bagi ‘Setuo’ atau Puyang kami. Jangan jual Seluma. Emas itu milik rakyat Seluma. Biarkan tetap di dalam tanah sampai benar-benar mampu dikelola tanpa merusak alam,” pungkasnya.

Quote