Cikarang, Gesuri.id - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi bergerak cepat membahas untuk memperkuat produksi pangan rakyat di tengah anomali cuaca El Nino, bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bekasi untuk membahas Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Tahun 2026.
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, Jiovanno Nahampun, mengatakan, stok CPPD 2026 Kabupaten Bekasi untuk beras sebesar 150,59 Ton. Angka tersebut sisa dari Penyaluran CPPD Tahun 2025 sebesar 119,33 Ton, yang telah dilaksanakan di 12 Desa dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 19.888 Jiwa atau 8.996 KK.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
"Kita langsung bergerak cepat membahas produksi pangan rakyat di Kabupaten Bekasi. Sehingga dipandang perlu adanya langkah strategis ditengah anomali cuaca El Nino," ujarnya kepada awak media.
Jio sapaan akrabnya menyampaikan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi menyampaikan stok Tahun 2026 di tingkat waspada untuk beras, minyak goreng, jagung, bawang merah, bawang putih, kacang kedelai dan sayur-sayuran.

"Stok pangan kita sudah warning. Sehingga kita perlu menjaga stabilitas, kalau perlu harus ada peningkatan penambahan stok pangan," tegasnya.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bekasi, Bennie Yulianto Iskandar menyampaikan, Kabupaten Bekasi idepanya harus memiliki stok Ketahanan Pangan diangka 500 Ton, untuk menjaga ketahanan pangan. Namun karena anggaran minim, membuat stok CPPD hanya di angka kurang lebih sebesar 150 Ton per-Tahun.
"Stok Ketahanan Pangan belum optimal keterbiasaan di masa panen atau pengolahan pasca panen," tukasnya.

















































































