Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi Program Bangga Kencana bersama mitra kerja di Café Galan Living, Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Rabu (14/10).
Vita menjelaskan bahwa penanganan tengkes (stunting), kesehatan ibu dan anak, serta perencanaan keluarga bukan semata tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Melalui Komisi IX DPR RI, ia berkomitmen untuk terus mengawal program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN agar dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di Kabupaten Magelang.
"Keluarga yang kuat, anak yang sehat, dan generasi yang berkualitas adalah fondasi utama menuju Indonesia Maju," ujar legislator yang akrab disapa Mbak Vita tersebut.
Menurutnya, perencanaan keluarga harus dimulai sejak usia remaja, terutama dalam mempersiapkan pernikahan dan menjaga kesehatan janin guna mencegah tengkes.
Tidak hanya berfokus pada generasi muda, Vita juga menyoroti pentingnya program pemberdayaan lansia dan pra-lansia agar tetap berdaya, sehat, dan produktif.
"Kita ingin keluarga kita kuat. Mari bersama-sama bersiap, tidak hanya membicarakan anak, tetapi juga bagaimana membangun keluarga yang sehat, harmonis, mandiri, dan berpendidikan untuk mencetak generasi berkualitas," tambahnya.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 warga Kecamatan Salaman ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu:
1. Ridwan Fadjri Nur, Ketua Tim Kerja Mekanisme Operasional dan Monev TPK Kemendukbangga/BKKBN Pusat.
2. Nasri Yatiningsih, Ketua Tim Kerja Peran Serta Masyarakat Pengelola Lini Lapangan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Tengah.
3. Sri Wahyuningsih, Kepala Bidang KB Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang.
Dalam paparannya, Ridwan Fadjri Nur menekankan pentingnya peran orang tua sebagai teladan (role model) dalam keluarga. Menurutnya, pendidikan karakter dan etika dasar harus dimulai dari rumah melalui penanaman nilai agama, norma budaya, sopan santun, serta sikap saling menghargai.
"Orang tua harus menjadi contoh. Jika melarang anak merokok, orang tua pun tidak boleh merokok. Fenomena melemahnya rasa hormat anak terhadap guru saat ini kerap terjadi karena kurangnya penanaman etika sejak dari rumah. Rumah adalah tempat pertama untuk mengajarkan cara menghormati orang yang lebih tua, guru, ustaz, maupun sesama," jelas Ridwan.

















































































