Medan, Gesuri.id – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan, menegaskan pentingnya perguruan tinggi melakukan transformasi dan adaptasi secara menyeluruh di tengah masifnya perkembangan teknologi dan era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Sosialisasi Kebijakan Kampus Berdampak yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) berkolaborasi dengan Komisi X DPR RI.
Kegiatan bertema "Transformasi Pendidikan Tinggi di Era AI melalui Penguatan Kebijakan, Etika Akademik, dan Kompetensi Lulusan" ini digelar di Aula Djonny Taslim Kampus Satya Terra (ST) Bhinneka, Jalan PDAM Tirtanadi, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, pada Rabu (14/10).
Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Turut hadir pula Anggota Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) Felix Iskandar Harjatanaya, B.Sc (Hons), M.Sc; Ketua YPSIM Finche Kosmanto, S.E., M.Psi; Rektor Universitas Satya Terra Bhinneka Bobby Christian Halim, S.H., M.H., C.P.M.; serta para wakil rektor, dekan, kepala program studi, dosen, dan seluruh sivitas akademika Universitas ST Bhinneka.
Sofyan Tan mengingatkan bahwa meskipun AI membuka gerbang masa depan yang luas, aspek ilmu pengetahuan dan etika akademik harus tetap dijunjung tinggi. Ia menyoroti fenomena banyak perguruan tinggi swasta yang hanya mengekor tren pasar tanpa memperhatikan kebutuhan mendasar negara, terutama di sektor ketahanan pangan.
"Negara ini akan hancur kalau makanan kurang. Kita negara yang sepanjang masa dan sepanjang tahun bisa bercocok tanam, tapi ironisnya kita harus impor makanan dari luar," ujar Sofyan Tan.
Ia menambahkan, Universitas ST Bhinneka diarahkan untuk tidak ikut-ikutan membangun program studi yang hanya berorientasi pada tren pasar semata, melainkan harus memperkuat sektor pertanian modern, kewirausahaan, informatika, serta manajemen kehutanan yang berkelanjutan. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi juga harus dibekali etika yang kuat agar tidak menyalahgunakan teknologi seperti AI dalam penulisan karya ilmiah atau skripsi.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Sebagai langkah konkret peningkatan kualitas akademik, Sofyan Tan mendorong penerapan kelas penulisan (writing class) secara rutin bagi mahasiswa selama satu hingga dua semester guna membiasakan budaya riset dan penulisan jurnal ilmiah sejak dini.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., menyambut baik arah pengembangan dan sinergi kebijakan kampus berdampak yang berfokus pada peningkatan mutu sumber daya manusia dan kompetensi lulusan agar siap bersaing di kancah nasional maupun global. Acara sosialisasi ini diakhiri dengan diskusi interaktif dan penyerahan apresiasi guna memotivasi sivitas akademika dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berintegritas.
Sebelumnya, Prof. Khairul diajak meninjau langsung fasilitas Kampus ST Bhinneka yang baru diresmikan hingga ke lantai 10. Dari seluruh fasilitas yang sudah lengkap tersedia untuk kebutuhan mahasiswa dan dosen, diharapkan kualitas pendidikan menjadi lebih unggul dan berdampak.

















































































