Blitar, Gesuri.id – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menyoroti urgensi peningkatan literasi politik di kalangan generasi muda.
Menurutnya, sikap apatis sebagian anak muda terhadap politik harus dijawab melalui edukasi guna memberikan pemahaman mendalam mengenai fungsi dan tanggung jawab partai politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pernyataan tersebut disampaikan Guntur dalam kegiatan sosialisasi bertajuk “Transformasi Pendidikan Politik dan Hukum dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Pro Rakyat” di Grand Mansion Hotel II Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (2/9/2026). Kegiatan yang memasuki hari kedua ini diikuti oleh jajaran pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Blitar, setelah sebelumnya digelar di lokasi yang sama pada Selasa (1/9/2026).
Guntur, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, menjelaskan bahwa pendidikan politik bertujuan untuk membangun pemahaman masyarakat bahwa politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan instrumen penting untuk memperjuangkan kepentingan publik.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
“Dalam politik itu tidak hanya merebut kekuasaan secara konstitusi melalui pemilu. Kewajiban politik adalah memberikan pengetahuan, memberikan pemahaman agar masyarakat tidak buta politik,” ujar Guntur.
Ia menilai, pendidikan politik harus mampu menumbuhkan kesadaran berdemokrasi sekaligus menegaskan peran strategis partai politik dalam melayani masyarakat. Guntur juga mengingatkan pentingnya kehadiran kader partai di tengah-tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi secara langsung.
“PDI Perjuangan harus dekat dengan rakyat agar tahu apa persoalan di lapangan. Perintah Ketua Umum dan Ketua DPD jelas, struktur partai dan anggota fraksi harus sering turun ke bawah. Jangan sampai ada persoalan di masyarakat, kita sebagai orang politik tidak tahu,” tegasnya.
Selain itu, Guntur menggarisbawahi fungsi pengawasan yang diemban oleh lembaga legislatif dan partai politik guna memastikan pemerintah tetap peka terhadap kebutuhan rakyat.
Terkait fenomena apatisme di kalangan generasi muda, Guntur berpandangan bahwa hal tersebut tidak perlu disikapi dengan menyalahkan, melainkan melalui pendekatan edukatif.
“Mereka tidak melihat bahwa partai politik itu mulia karena berjuang untuk kepentingan orang banyak. Ini sisi yang kurang diperhatikan. Bukan menyalahkan, itu hak mereka berpendapat. Kewajiban kita meluruskan,” jelasnya.
Melalui pendidikan politik yang tepat, generasi muda diharapkan dapat menjadi lebih kritis dan memahami bahwa setiap kebijakan publik serta pelayanan pemerintah memiliki kaitan yang erat dengan proses politik.
Dalam kesempatan yang sama, Guntur turut mengingatkan pentingnya konsolidasi organisasi serta penyusunan langkah strategis dalam menghadapi Pemilu 2029. Menurutnya, pencapaian target politik memerlukan perencanaan yang terukur dan kemampuan kader dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.
“Target kita kemenangan pemilu 2029, baik legislatif, pemilukada, maupun presiden. Untuk mewujudkan itu kita harus punya konsep, jalan keluar, dan langkah strategis. Tanpa itu mustahil cita-cita besar akan terwujud. Kita berupaya dan mohon pertolongan Tuhan YME,” ucapnya.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Sugeng Suroso, menyampaikan bahwa materi sosialisasi difokuskan pada penguatan struktur organisasi dan kesiapan menghadapi tahapan pemilu mendatang.
“Ada dua materi utama. Pertama tentang pengorganisasian agar partai solid mulai DPC sampai anak ranting. Kedua tentang bagaimana menghadapi Pemilu 2029,” kata Sugeng.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Blitar itu menambahkan bahwa kader di tingkat PAC hingga ranting memegang peran sentral sebagai ujung tombak komunikasi antara partai dan masyarakat.
“Kader di PAC dan ranting ini ujung tombaknya. Kalau mereka kuat, komunikasi politik ke masyarakat jalan. Persoalan rakyat cepat tertangkap dan cepat kita carikan solusi,” pungkasnya.

















































































