Jakarta, Gesuri.id – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat mitigasi dan pencegahan kebakaran di tengah musim kemarau yang melanda wilayah ibu kota.
Pengawasan menyeluruh terhadap kesiapan alat pemadam kebakaran dinilai krusial untuk mencegah musibah meluas.
"Kami meminta seluruh sarana pencegahan kebakaran diperiksa kembali, mulai dari hidran, alat pemadam api ringan (APAR), hingga perlengkapan keselamatan lainnya. Semua harus dipastikan tersedia dan berfungsi dengan baik," kata Yuke di Jakarta, Rabu (2/9).
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
Yuke menekankan pentingnya pemeriksaan berkala pada APAR agar tidak ada unit yang kedaluwarsa saat dibutuhkan. Menurutnya, pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama karena dampaknya tidak hanya mengancam keselamatan warga dan pemukiman, tetapi juga berpotensi memicu lonjakan polusi udara di Jakarta.
"Dengan adanya kebakaran di mana-mana, kita tentu tidak ingin Jakarta ikut menjadi penyumbang polusi," ujar Yuke.
Selain mendorong kesiapan teknis Pemprov DKI, Yuke mengimbau masyarakat serta pengelola gedung untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia menegaskan agar tidak ada lagi praktik pembakaran sampah secara ilegal, terutama di lahan-lahan kosong yang mengering.
Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
"Ini sangat riskan memicu kebakaran. Tidak boleh ada aktivitas membakar sampah dan sejenisnya di tengah musim kemarau. Walaupun kondisinya mendesak, tolong jangan dilakukan. Begitu api muncul, perambatannya sangat cepat di cuaca kering seperti sekarang," tegasnya.
Menanggapi ancaman kemarau panjang serta fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya telah memimpin Apel Jaga Jakarta untuk memperkuat kesiapsiagaan lintas sektor.
Guna mengantisipasi risiko kekeringan, penurunan kualitas udara, dan potensi kebakaran di permukiman padat, Pemprov DKI menyiagakan 1.027 personel serta 29 unit mobil tangki air bersih. Pemprov DKI juga mengaktifkan layanan darurat 112 berkolaborasi dengan PAM Jaya untuk merespons kebutuhan air dan situasi darurat warga secara cepat.

















































































