Ikuti Kami

Ineu Kecam Penyekapan Perempuan di Bandung, Desak Hukuman Maksimal untuk Pelaku

​Ineu mendesak aparat penegak hukum untuk memproses pelaku secara maksimal dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya.

Ineu Kecam Penyekapan Perempuan di Bandung, Desak Hukuman Maksimal untuk Pelaku
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari.

​Bandung, Gesuri.id — Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Barat, Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari, mengecam keras kasus penyekapan dan penganiayaan berat yang menimpa seorang perempuan berinisial YTR (29). Korban diduga dianiaya oleh kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat, di Kabupaten Bandung.

​Ineu mendesak aparat penegak hukum untuk memproses pelaku secara maksimal dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan kejahatan serius yang telah merampas hak asasi manusia.

​"Peristiwa ini adalah kejahatan serius. Tidak hanya menimbulkan penderitaan fisik yang mendalam bagi korban, tetapi juga merampas martabat, kebebasan, dan hak asasi manusia," tegas Ineu dalam keterangan resminya, Sabtu (27/6).

Baca: Kisah Perjuangan Ganjar dari Mahasiswa Sampai Jadi Capres

​Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XI (Kabupaten Subang, Majalengka, dan Sumedang) ini berharap kasus serupa tidak terulang kembali. Ia mengimbau masyarakat, khususnya perempuan muda, untuk lebih waspada dan tidak mengabaikan tanda-tanda bahaya (red flags) saat menjalin hubungan asmara.

​"Peristiwa yang menimpa YTR harus menjadi pelajaran bagi semua, khususnya perempuan muda. Jangan pernah mengabaikan perilaku pasangan yang mulai menunjukkan sikap mengontrol, mengancam, atau melakukan kekerasan. Itu tanda bahaya yang tidak boleh dianggap sepele," tuturnya.

​Di era digital yang serba daring, Ineu juga menyoroti tren perkenalan anak muda melalui media sosial atau aplikasi kencan. Ia mengingatkan bahwa kemudahan teknologi harus diimbangi dengan sikap skeptis yang sehat.

Baca: Ganjar Pranowo Pimpin Demo Hari Antikorupsi

​"Jangan mudah percaya hanya karena komunikasi di media sosial terasa menyenangkan. Kenali karakter pasangan dengan baik dan jangan terburu-buru memberikan kepercayaan penuh. Keselamatan diri harus selalu menjadi prioritas," kata Ineu menambahkan.

​Sebagai bentuk langkah nyata, Ineu menegaskan bahwa Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Barat siap memberikan pendampingan dan advokasi penuh kepada korban kekerasan.

​"Fraksi PDI Perjuangan siap membantu dan mengadvokasi korban agar mendapatkan perlindungan hukum serta hak-haknya. Semoga kasus ini menjadi yang terakhir dan tidak ada lagi perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam hubungan," pungkasnya.

Quote