Ikuti Kami

Jokowi Diminta Ubah Status Imbauan Jadi Perintah Tidak Mudik

Itu guna menghindari semakin banyak masyarakat terpapar Covid-19.

Jokowi Diminta Ubah Status Imbauan Jadi Perintah Tidak Mudik
Presiden Jokowi.

Jakarta, Gesuri.id - Politikus PDI Perjuangan Aria Bima meminta Presiden Jokowi untuk menaikkan status imbauan tidak mudik menjadi instruksi atau perintah jangan mudik. 

Itu, lanjutnya, guna menghindari semakin banyak masyarakat terpapar Covid-19.

Baca: Jangan Ada Oportunis di Tengah Perjuangan Melawan Corona

"Seharusnya pemerintah menaikkan status imbauan menjadi perintah tidak mudik. Apalagi kondisi faskes di tiap daerah berbeda-beda. Warga yang mengikuti imbauan pemerintah untuk tidak mudik, terutama yang kehilangan pekerjaan harus diperhatikan dan kesejahteraannya diberikan menggunakan mekanisme jaring pengaman sosial (social safety net)," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (6/4).

Diketahui, mudik menjadi ritual tahunan masyarakat Indonesia saat Lebaran, Tahun lalu, tiga moda transportasi: darat, laut, dan udara, mengangkut 18,3 juta orang yang bergerak dari kota ke kampung halamannya.

"Dengan asumsi 1 orang berinteraksi dengan 3 orang di kampung, akan terdapat 54,9 juta warga yang akan saling berinteraksi. Permasalahannya, kita tidak mengetahui apakah kita terkena Covid (menjadi carrier) atau tidak. Jika 1% aja kena Covid-19, akan terdapat sekitar 549.000 warga yang berisiko terkena Covid," tutur anggota DPR RI ini.

Ini akan membuat pemerintah semakin kesulitan menangani orang-orang yang terpapar Covid-19. Saat ini, dengan jumlah positif 2.491 saja sudah kelabakan dalam memenuhi alat pelindung diri (APD), masker, dan ventilator.

Baca: Pemerintah Sediakan Ventilator & Masker Secara Masif

Karena sudah ada yang mudik, pemerintah daerah (pemda) sebaiknya menyediakan 14 tempat karantina yang berbeda. Jadi, setiap kedatangan berbeda hari itu dipisahkan dengan yang sebelumnya. Para pemudik tidak boleh turun di sembarang tempat. "Titik masuk ke daerah jelas dan dinas kesehatan stand by untuk mendata."

Untuk menghentikan penyebaran corona, Aria menyarankan pemerintah melakukan pelacakan dengan menggunakan teknologi yang sudah digunakan negara lain. Selain itu, anggaran penanganannya melalui satu pintu agar tidak terjadi tumpang tindih dan tepat sasaran. "Warga yang paling terdampak harus dijamin pemerintah kehidupannya selama masa pandemi," ucapnya, dilansir dari sindonewscom.

Quote