Ikuti Kami

Junico Siahaan Minta Pembatasan Akses Medsos Anak Tegas dan Tanpa Celah

Nico: Ada permasalahan serius di sana, mulai dari bullying, kejahatan terhadap anak, hingga kekerasan seksual melalui platform digital.

Junico Siahaan Minta Pembatasan Akses Medsos Anak Tegas dan Tanpa Celah
Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan (tengah).

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan, menyoroti pentingnya perlindungan anak di ranah digital.

Hal ini menyusul langkah berani Australia yang menjadi salah satu negara pertama di dunia yang menerapkan pembatasan ketat penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

​Junico mengungkapkan, pihak perwakilan Kedutaan Besar Australia beserta para penggagas aturan tersebut sempat berkunjung dan berbagi keresahan yang sama terkait ancaman dunia maya bagi generasi muda.

​”Ada permasalahan serius di sana, mulai dari bullying, kejahatan terhadap anak, hingga kekerasan seksual melalui platform digital,” ujar Junico, Bandung, Minggu (8/3/2026)

​Menurut Junico, Australia tidak main-main dalam menjaga ekosistem digitalnya. Mereka melarang keras platform media sosial membiarkan anak di bawah umur membuat akun. Ketegasan ini didukung dengan sanksi denda yang fantastis bagi perusahaan aplikasi yang melanggar.

​”Di Australia, jika sistem mereka bocor dan membiarkan anak di bawah 16 tahun mendaftar, dendanya bisa mencapai 50 juta dolar atau sekitar 500 miliar rupiah,” ungkapnya membandingkan dengan denda di Indonesia yang dirasa masih terlalu ringan, yakni di kisaran 2 hingga 5 miliar rupiah saja.

​Gema kebijakan Australia ini pun sampai ke Tanah Air. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian terkait merespons dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Tunas. Namun, Junico memberikan catatan kritis terhadap klasifikasi atau level pembatasan dalam aturan tersebut.

​Ia menilai, adanya celah seperti “izin orang tua” pada level tertentu sangat rawan disalahgunakan.

​”Kalau cuma minta izin atau tanda tangan orang tua, itu bisa dipalsu. Saya minta ini dilaksanakan secara tegas tanpa celah,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.

​Junico menekankan orang dewasa yang berpendidikan saja masih sering kesulitan membedakan berita benar dan hoaks, apalagi anak-anak. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk terus mengawal implementasi PP Tunas dan peraturan turunannya.

​”Tujuannya satu, agar anak-anak Indonesia benar-benar terlindungi dari berbagai gangguan dan masalah di dunia digital. Kita akan dorong dan kawal terus,” pungkasnya.

Quote