Jakarta, Gesuri.id – Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi inspeksi mendadak ke lokasi penambangan di Kampung Rancabendem, RT 01/RW 05, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari.
Dalam tinjauan tersebut, ia menemukan aktivitas pengerukan tanah yang posisinya sangat membahayakan permukiman warga.
Baca: Ganjar Minta Parpol Pendukung Wacana Kepala Daerah Dipilih

Kondisi di lapangan menunjukkan titik pengerukan berada sangat dekat dengan rumah penduduk. Bahkan, terdapat sebuah rumah penampungan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang jaraknya kurang dari 10 meter dari bibir galian.
"Saya sebagai anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Dapil 1 memastikan langsung hasil kesepakatan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya dengan pelaku tambang," tegas Kepler saat meninjau lokasi, baru-baru ini.
Kepler menekankan bahwa kerusakan infrastruktur di jalur Sukalaksana akibat aktivitas tambang kini menjadi perhatian utama. Hal ini bukan sekadar masalah jalan rusak, melainkan menyangkut keselamatan nyawa warga sekitar.
Menurut Kepler, langkah ini sejalan dengan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) partai yang menekankan pentingnya menjaga ekologi alam. Ia menyatakan bahwa kader di daerah diinstruksikan langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk menjaga ekosistem agar tidak rusak oleh penambangan liar.
"Kami diinstruksikan oleh Ibu Megawati agar memastikan ekosistem di daerah tidak rusak. Jangan sampai terjadi bencana akibat kerusakan alam seperti yang pernah terjadi di Cisarua, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Jember, atau Aceh," tambahnya.

Baca: Ganjar Pranowo Tak Ambil Pusing Elektabilitas Ditempel Ketat
Melihat kondisi yang kian memprihatinkan, Kepler berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak tinggal diam. Mengingat kewenangan izin pertambangan seringkali berada di tingkat provinsi, ia meminta Gubernur untuk segera meninjau lokasi.
"Kami sangat berharap Bapak Gubernur bisa turun langsung ke kota ini. Kasihan warga di Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, yang setiap hari harus menghadapi risiko akibat aktivitas tambang ini," pungkasnya.

















































































