Klaten, Gesuri.id – Komisi VII DPR RI mendesak penguatan tata kelola industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) agar tercipta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian alam, dan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini menjadi fokus utama dalam kunjungan kerja Panja Industri AMDK ke Pabrik Aqua (PT Tirta Investama) di Klaten, Jawa Tengah, Kamis (9/4).
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah pendalaman materi bagi Panja yang baru dibentuk tersebut.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
"Kami ingin memastikan industri ini berkembang secara seimbang. Tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar," ujar Evita usai pertemuan dengan Bupati Klaten dan manajemen PT Tirta Investama.
Salah satu poin krusial yang disoroti Komisi VII adalah kerumitan birokrasi perizinan. Saat ini, proses perizinan industri AMDK dinilai masih tumpang tindih karena melibatkan banyak kementerian dan lembaga.
Evita berharap ke depan ada integrasi regulasi agar lebih efisien dan terintegrasi tanpa mengendurkan fungsi pengawasan. "Penyederhanaan regulasi sangat penting agar industri memiliki kepastian hukum, namun tetap terkontrol secara ketat," imbuhnya.
Dalam pertemuan tersebut, Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menekankan bahwa pengelolaan sumber daya air tidak boleh eksploitatif. Ia meminta PT Tirta Investama dan pelaku industri lainnya untuk memperkuat komitmen konservasi.
"Pengelolaan sumber daya air harus diimbangi dengan upaya pelestarian yang memadai. Jangan sampai keberlanjutan lingkungan terabaikan," tegas Evita.
Selain itu, masalah sampah plastik turut menjadi sorotan. Komisi VII mendorong kolaborasi lintas sektor—pemerintah, industri, dan masyarakat—untuk menciptakan inovasi dalam pengurangan sampah serta meningkatkan efektivitas sistem daur ulang.
Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan
Evita juga meminta industri AMDK untuk mengarahkan program Corporate Social Responsibility (CSR) tepat sasaran, seperti pembangunan infrastruktur desa, penanganan kekeringan, hingga pengembangan potensi daerah.
Menariknya, Komisi VII juga mendorong PT Tirta Investama untuk membantu mempromosikan potensi daerah melalui produk mereka.
"Kami mendorong adanya penguatan citra daerah, misalnya dengan mencantumkan destinasi wisata lokal pada kemasan botol atau dukungan sponsor untuk kegiatan olahraga daerah," saran Evita.

















































































