Jakarta, Gesuri.id – Anggota Komisi IX DPR RI, Indah Kurnia, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Sampoerna Retail Community (SRC) dalam memperkuat pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Secara khusus, Indah menyoroti kontribusi luar biasa kaum perempuan—terutama para ibu—yang menjadi penggerak utama ekosistem ritel tradisional tersebut.
Menurut Indah, peran para ibu pemilik toko kelontong tidak boleh dipandang sebelah mata. Mereka memiliki andil besar dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga sekaligus menggerakkan roda pertumbuhan ekonomi nasional.
"Jadi, berbanggalah, berbahagialah, dan bersemangatlah karena kontribusi para ibu sangat berarti bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ibu-ibu pemilik toko kelontong SRC harus tetap sehat," ujar Indah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.
BaCa: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Sebagai anggota komisi yang membidangi kesehatan dan ketenagakerjaan, Indah menekankan bahwa kesehatan para ibu pengelola usaha harus menjadi prioritas bersama. Kesehatan yang prima menjadi modal utama bagi mereka untuk tetap produktif dan bahagia.
Oleh karena itu, Indah memuji langkah konkret SRC yang menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi sekitar 500 pemilik toko SRC di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) baru-baru ini.
"Semoga semuanya sehat dan bahagia, serta dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara melalui kesehatan masing-masing," pungkas Indah, mengapresiasi program pemeriksaan kesehatan tersebut yang dinilainya sebagai langkah bijak dalam menjaga kualitas hidup para mitra.
Dukungan dari parlemen tersebut disambut baik oleh Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., Ivan Cahyadi. Ia menyampaikan bahwa momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 SRC menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendampingi UMKM agar mampu naik kelas dan berdaya saing.
BaCa: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
"Melalui perjalanan selama 18 tahun ini, SRC menunjukkan dampak berkelanjutan yang lahir dari inisiatif konsisten dan relevan dengan kebutuhan zaman," kata Ivan.
Sejak merintis perjalanannya pada tahun 2008 dengan hanya 57 toko, kini SRC telah bertransformasi menjadi gerakan ritel tradisional terbesar di Indonesia. Ekosistem ini telah menaungi:
- Lebih dari 250 ribu toko kelontong di seluruh Indonesia.
- Lebih dari 6.300 mitra strategis.
- 10 ribu paguyuban yang saling terhubung.
Selain berfokus pada kesejahteraan fisik melalui program kesehatan, pertumbuhan masif SRC juga didorong oleh digitalisasi. Melalui ekosistem aplikasi AYO by SRC, para pengusaha UMKM dibekali manajemen usaha modern dan penguatan keterampilan bisnis agar mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen di era digital.

















































































