Ikuti Kami

Koster Ajak Kepolisian Berperan Aktif Tertibkan Wisman Nakal

Bali dengan kunjungan wismannya memberi kontribusi bagi devisa pariwisata nasional dan ekonomi Bali.

Koster Ajak Kepolisian Berperan Aktif Tertibkan Wisman Nakal
Gubernur Bali, I Wayan Koster.

Jakarta, Gesuri.id - Gubernur Bali Wayan Koster mengajak Polda Bali ikut bersama pemerintah daerah menghadapi tantangan-tantangan kepariwisataan seperti menertibkan wisatawan mancanegara (wisman) nakal.

"Tantangan Bali sebagai destinasi wisata dunia juga kian terlihat di saat makin banyaknya jaringan narkoba, kasus prostitusi, hingga adanya geng Rusia yang menculik WNA Ukraina di Bali,” ucap Koster.

“Untuk itu, kita harus mempunyai persepsi dan membangun kesadaran secara bersama-sama guna mengatasi tantangan dan ancaman yang sedang dihadapi,” sambungnya dalam keterangan di Denpasar, Rabu.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Gubernur Koster menjelaskan, Bali dengan kunjungan wismannya memberi kontribusi bagi devisa pariwisata nasional dan ekonomi Bali.   Bagi nasional, pada 2024 saja dengan kunjungan wisman 6,3 juta orang menyumbang devisa negara Rp167 triliun, sementara 2025 jumlah kunjungan wisman naik menjadi 7,05 juta.

Kontribusi pariwisata Bali terhadap pertumbuhan perekonomian Bali sendiri juga sangat tinggi, mencapai 66, persen berdasarkan data tahun 2024. Namun, di tengah meningkatnya jumlah kunjungan wisman ke Bali, Pemprov Bali menemukan banyak praktik wisman nakal yang mencoreng nama Bali sebagai destinasi wisata dunia.

“Reputasi Bali terancam sebagai Pulau yang indah dan aman untuk tempat berlibur, apabila praktik oknum wisman nakal di Bali seperti melakukan tindakan pembobolan ATM, tidak menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor, dan menodai kesucian Bali tak ditindak,” ujarnya.

Meski sejak tahun lalu tindakan tersebut berkurang menurutnya wisman masih tetap harus diawasi ketat, dimana Pemprov Bali berharap pada peran kepolisian.

"Ini agar Bali di mata dunia atau orang yang berkunjung ke Bali merasakan aman dan nyaman, sekaligus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," ucap Koster.

Selain mengungkapkan masalah keamanan hingga wisman nakal, Gubernur Koster juga menyampaikan persoalan kemacetan yang diakibatkan oleh meningkatnya jumlah kendaraan.  

Baca: Ganjar Pranowo Ungkap Masyarakat Takut dengan Pajak 

Sebagai solusi, Pemprov Bali sudah berkomunikasi dengan pemerintah pusat, dimana tahun ini Bali akan mendapat bantuan pembangunan infrastruktur jalan yang nilainya mencapai Rp1,5 triliun melalui APBN. 

Masih terkait kepariwisataan, Pemprov Bali sedang bersiap menjalankan program pemberian insentif untuk kelahiran anak Bali yang ketiga atau Nyoman dan anak keempat atau Ketut, hingga program satu keluarga satu sarjana.

Koster menjelaskan kaitannya dengan pariwisata Bali adalah nantinya sumber daya manusia itu lah yang akan terus melestarikan adat dan budaya Bali yang merupakan akar pariwisata di Pulau Dewata. Mendengar ajakan itu, Kapolda Bali Daniel Adityajaya menyampaikan Polda Bali siap membantu menjalankan rencana kerja pemerintah daerah.

Quote