Jakarta, Gesuri.id - Gubernur Bali Wayan Koster meminta pembangunan tahap kedua Turyapada Tower di Kabupaten Buleleng dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas. Proyek ini ditargetkan rampung pada akhir November 2026 dan menjadi ikon baru Bali Utara.
Dalam peninjauan lapangan, progres pembangunan tahap kedua saat ini telah mencapai sekitar 45 persen. Sebelumnya, tahap pertama berupa pembangunan menara setinggi 115 meter di ketinggian 1.521 meter di atas permukaan laut telah selesai.
Baca: Inilah Profil dan Biodata Ganjar Pranowo
“Saya minta tepat waktu, tapi tidak boleh menurunkan mutu, ini bukan bangunan biasa melainkan ikon,” ujar Koster.
Pada tahap lanjutan, sejumlah fasilitas tengah dikerjakan, meliputi kawasan komunal, lintasan dan terminal gondola, serta area pendukung seperti glamping, ruang pameran, dan museum telekomunikasi. Penataan lanskap juga menjadi perhatian, termasuk akses menuju area parkir dan konektivitas antar fasilitas.
Koster menekankan pentingnya penggunaan material berkualitas tinggi serta pemanfaatan tanaman lokal dalam penataan kawasan. Hal ini dilakukan untuk memastikan Turyapada Tower memiliki daya saing sebagai destinasi unggulan.
“Harus konsisten dengan bahan berkualitas, kita rancang dengan bagus, maka tower ini akan jauh lebih unggul dibandingkan yang lain di dunia,” ucapnya.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Turyapada Tower dirancang sebagai menara multifungsi yang memadukan teknologi komunikasi dan pariwisata. Selain sebagai pemancar siaran TV digital, internet, dan radio komunitas, kawasan ini juga dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi.
Berbagai fasilitas yang disiapkan antara lain planetarium, skywalk, jembatan kaca, restoran putar, museum budaya Bali, hingga laboratorium pendidikan. Selain itu, tersedia pula taman tematik, wahana outbound, serta gondola sepanjang 1,4 kilometer yang menghubungkan area parkir dengan menara.
Untuk mendukung perekonomian lokal, kawasan ini juga akan dilengkapi pusat UMKM dan gedung konferensi yang menyasar wisata MICE. Pemerintah Provinsi Bali menargetkan proyek ini dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara.

















































































