Jakarta, Gesuri.id - Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mendorong perencanaan pembangunan daerah yang lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Landak Tahun 2027.
"Visi tersebut diterjemahkan melalui tema RKPD 2027, yakni memperkuat fondasi transformasi Kalimantan Barat melalui peningkatan daya saing yang inklusif dan berkelanjutan," kata Krisantus di Landak, Rabu.
Krisantus mengatakan, pembangunan tahun 2027 harus tetap berpedoman pada visi mewujudkan Kalimantan Barat yang adil, demokratis, religius, sejahtera, dan berwawasan lingkungan.
Baca: Ganjar Ingatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan
Ia menjelaskan, fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas ekonomi, efisiensi infrastruktur, serta penguatan tata kelola pemerintahan.
Menurut dia, tahun 2027 merupakan fase penting dalam penguatan fondasi transformasi pembangunan daerah karena menjadi tahap awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025–2045.
Di sisi lain, ia mengingatkan adanya tantangan geopolitik global yang berpotensi meningkatkan ketidakpastian ekonomi hingga 2027, sehingga diperlukan langkah strategis dalam perencanaan pembangunan.
"Oleh sebab itu, pendekatan pembangunan harus lebih terarah, disiplin pada prioritas, dan kuat dalam menghubungkan perencanaan dengan hasil yang hendak dicapai," tuturnya.
Krisantus juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan Kalimantan Barat pada 2025 yang menjadi modal awal, antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 5,39 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 72,09, serta penurunan angka kemiskinan menjadi 5,97 persen dan pengangguran 4,63 persen, yang dinilai lebih baik dari rata-rata nasional.
Untuk tahun 2027, pemerintah provinsi menargetkan pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 5,27–6,47 persen, inflasi sekitar 2,5 plus minus 1 persen, penurunan kemiskinan menjadi 5,64 persen, tingkat pengangguran 4,73 persen, serta IPM meningkat pada rentang 74,31–75,58.
Target tersebut akan didukung melalui prioritas pembangunan, antara lain perluasan akses pendidikan dan kesehatan, hilirisasi komoditas pangan, peningkatan infrastruktur jalan dan air bersih, serta transformasi tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan
Terkait posisi strategis Kabupaten Landak, Krisantus menyebut wilayah tersebut diarahkan sebagai pusat industri hijau dan lumbung pangan daerah, dengan penguatan hilirisasi komoditas unggulan seperti sawit dan karet.
"Optimalisasi hilirisasi harus didukung perbaikan jalan sentra produksi, pengembangan pariwisata, serta penguatan pendidikan vokasi agar SDM (sumber daya manusia) lokal siap bersaing," katanya.
Ia berharap Musrenbang dapat menghasilkan program prioritas yang memiliki daya ungkit nyata terhadap pembangunan daerah, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
"Galilah potensi pendanaan kreatif, perkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta sederhanakan regulasi guna menarik investasi dan membuka lapangan kerja," kata Krisantus.

















































































