Ikuti Kami

Lasarus Pertanyakan Tingginya Harga Tiket Pesawat Domestik Jelang Mudik Lebaran 2026

Bahkan disebut lebih mahal dibandingkan penerbangan internasional.

Lasarus Pertanyakan Tingginya Harga Tiket Pesawat Domestik Jelang Mudik Lebaran 2026
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyoroti tingginya harga tiket pesawat domestik menjelang mudik Lebaran 2026, bahkan disebut lebih mahal dibandingkan penerbangan internasional.

Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi persiapan arus mudik bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Gedung DPR RI, dikutip Jumat (13/3/2026).

Dalam rapat tersebut, Lasarus menyampaikan keluhan yang diterima Komisi V DPR RI terkait harga tiket pesawat yang melonjak. 

“Kami mendapatkan banyak keluhan kemahalan tiket, Pak, Pak Menteri. Ini kemahalan terutama tiket angkutan udara, Pak,” kata Lasarus di Gedung DPR RI.

Politikus PDI Perjuangan itu secara spesifik menyoroti bahwa harga tiket penerbangan domestik di Indonesia sangat mahal, bahkan melebihi biaya penerbangan ke luar negeri. 

“Domestik di Indonesia sangat mahal bahkan lebih mahal daripada saat kita terbang ke luar negeri. Ini aneh bin ajaib Pak Menteri, menurut saya ini harus kita urai,” tegasnya.

Lasarus memberikan beberapa contoh perbandingan harga tiket yang ia cek melalui aplikasi pemesanan perjalanan. Untuk penerbangan Jakarta-Manado pada tanggal 17 Maret, harga tiket Garuda mencapai Rp 11 juta untuk sekali jalan. Sementara itu, rute Jakarta-Jayapura berkisar antara Rp 15 juta hingga Rp 15,7 juta.

Sebagai perbandingan, Lasarus menyebutkan harga tiket Jakarta-Kuala Lumpur hanya Rp 8 juta, Jakarta-Bangkok Rp 13 juta, dan Jakarta-Singapura Rp 9 juta. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan adanya kecenderungan harga tiket penerbangan domestik yang justru lebih tinggi dibandingkan rute internasional.

Atas dasar itu, Lasarus meminta pemerintah untuk mendalami penyebab mahalnya harga tiket pesawat. Ia menekankan pentingnya mencari solusi tanpa mengganggu minimal operasional maskapai. 

“Bagaimana mengurai titik ini tentu kita mengurai ini tidak boleh menyentuh ke minimal operasionalnya airline, Pak. Kalau minimal operasionalnya airline ini kena, pesawat enggak bisa terbang. Ini tambah ruwet lagi perekonomian kita,” pungkasnya.

Quote